UMKM Go Online, Tantangan dan Peluang Yang Menjanjikan

UMKM Go Online, Tantangan dan Peluang Yang Menjanjikan

Sebagai salah satu negara besar di Asia, Indonesia ingin mewujudkan “Digital Energy of Asia” seperti halnya negara-negara tetangga. Salah satunya dengan membuat UMKM Go Online. Program ini bertujuan membawa pasar produk lokal menuju global dan mempermudah siapapun menjangkau usaha milik masyarakat Indonesia melalui platform digital.

Digital Energy of Asia didefinisikan sebagai visi ekonomi serba digital sebagai lambang kekuatan besar yang mampu menggerakkan keuangan dunia. Saat ini hampir 80% keuangan beredar melalui sistem digital. Penggunaan uang fisik di negara-negara maju semakin berkurang karena masyarakat beralih ke e-money.

Setelah menjadi pengganti uang fisik di kota besar, e-money mulai marak digunakan di daerah. Jika masyarakat pemilik usaha tidak menyesuaikan diri dengan tren yang sedang berlangsung, maka akan semakin ketinggalan zaman. Inilah salah satu penyebab pemerintah gencar berusaha mewujudkan UMKM Go Online melalui berbagai program.

umkm go online

Ragam UMKM di Indonesia

Kriteria UMKM menurut UU Nomor 20 tahun 2008 yakni usaha yang berdiri sendiri dengan kekayaan kurang dari 50 juta untuk usaha kecil sampai kurang dari 10 miliar untuk usaha menengah. Kriteria kekayaan tersebut di luar aset tetap berupa gedung dan lahan tempat usaha, hanya meliputi aset dan produk yang berputar.

Industri kecil mikro dan menengah di Indonesia bergerak di berbagai bidang. Mulai dari makanan, aksesoris, mebel, karya seni, sampai bahan baku industri besar. Tentu bukan tantangan yang mudah untuk mewujudkan UMKM Go Digital. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh para pemilik usaha untuk menghadapi tantangan produk impor yang mudah dibeli secara online maupun produk serupa dari dalam negeri.

Tantangan Produk Impor di Pasar

Harus diakui bahwa sumber daya di Indonesia tersedia sangat lengkap. Mulai dari sumber daya alam, tenaga, bahkan teknologi. Meskipun untuk teknologi sebagian besar masih harus impor. Sebagian lagi mengandalkan teknologi ala kadarnya sehingga produk yang dihasilkan sulit bersaing dengan produk dari luar di pasaran.

Produk impor inilah yang dikhawatirkan bisa menggerus kekuatan UMKM. Indonesia yang kaya akan produk lokal berkualitas layak memasarkan produknya tidak hanya di wilayah domestik tapi juga ke mancanegara. Bayangkan jika nanti masyarakat dunia bisa dengan mudah melakukan pemesanan produk dari Indonesia seperti banyaknya warga Indonesa rela impor barang bermerk dari luar negeri.

Sumber daya manusia Indonesia sebenarnya dapat diandalkan untuk menghasilkan produk dan memenuhi kebutuhan pasar global. Sayangnya dari 202 juta penduduk Indonesia yang juga pengguna internet di tahun 2021, hanya sebagian kecil yang berperan aktif menjadi penggerak UMKM Go Online. Bahkan tidak semua toko atau produsen UMKM memiliki website pribadi.

Apa Itu Website?

Website adalah kumpulan halaman yang berhubungan satu dengan lainnya (istilahnya link antar halaman), website bisa dibuka melalui peladen (web browser seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, dsb).

Pada tahun 2022 ini keberadaan website sangat wajib bagi perusahaan, instansi, dan lembaga. Bahkan untuk pengembangan bisnis Anda, saat ini sangat dianjurkan untuk memiliki website agar bisa dijangkau oleh orang dari mana saja. Website adalah media promosi secara gratis yang jangkauannya tidak hanya Indonesia saja, melainkan juga luar negeri.

Masih banyak unit usaha kecil dan menengah yang hanya bergerak secara offline. Sehingga pasar yang bisa dijangkau terbatas pada wilayah tertentu saja. Tantangan lain yang harus dihadapi pasar UMKM adalah produk impor yang membanjiri pasar dengan harga jauh lebih murah dari produk lokal. Secara popularitas produk impor mampu menarik minat pasar lebih gencar.

Tantangan Masa Depan UMKM

Jika dilihat dari sisi ekonomi UMKM di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bermain di pasar global. Banyak wisatawan mancanegara dan pengusaha dari luar negeri yang mengandalkan bahan baku industri mereka dari Indonesia. Di luar sana mereka mampu menjual barang buatan Indonesia dengan harga mahal. Peluang untuk memasarkan produk Indonesia di pasar global sangat bagus.

Sayangnya peluang ini belum dimaksimalkan karena banyak kendala yang harus dihadapi. Saat ini untuk menuju UMKM Go digital dibutuhkan perjalanan panjang yang mungkin melelahkan. Data kependudukan di Indonesia belum terintegrasi dari satu departemen ke departemen lain. Sehingga sulit mengoordinir potensi penduduk dengan usaha yang perlu dikembangkan melalui bantuan pemerintah.

Selain itu sejak pandemi datang hingga saat ini pemerintah telah membagikan trilyunan dana bantuan UMKM. Akan tetapi di tingkat akar rumput, nyatanya tidak semua pemilik usaha kecil mendapat bantuan ini. Ada diantara penerima bantuan tersebut yang mengajukan proposal fiktif dan disetujui oleh dinas terkait. Ada juga pemilik usaha yang tidak lulus sebagai penerima bantuan.

Untuk itu pemerintah perlu meninjau ulang data penerima bantuan UMKM agar lebih tepat sasaran. Selain itu tantangan bagi pemilik UMKM untuk melakukan peningkatan kemampuan teknis di bidang teknologi informasi agar bisa go online. Jika saat ini sumber daya yang tersedia belum mampu mewujudkan misi ekspansi di dunia maya, setidaknya harus mulai disiapkan untuk masa depan menuju UMKM Go Online.

Persaingan Dunia Usaha Domestik

Selain persaingan dengan produk impor, UMKM di Indonesia juga harus menghadapi persaingan dengan pasar domestik yang tak kalah ramai. Setiap unit usaha dituntut untuk kreatif agar dapat menunjukkan kelebihan dan nilai tambah dibanding dengan merk lain.

Persaingan di dunia usaha merupakan hal yang lumrah. Setiap produk pasti memiliki pesaingnya sendiri. Seperti produk batik, ada yang berasal dari Tegal, Solo, Jogja, Cirebon, atau Pekalongan. Masing-masing memiliki pasar di kelasnya. Konsumen akan tetap bisa menyerap pasar pakaian batik menurut corak, warna, bahan, dan harga yang sesuai dengan minat masing-masing.

UMKM Go Online nantinya harus siap menghadapi persaingan yang semakin luas dan bervariasi. Batik dengan harga kurang dari Rp.50.000,- masih menguasai pasar, banyak dicari oleh ibu-ibu karena cukup nyaman dan murah. Sementara batik dengan harga di atas Rp.200.000,- juga memiliki peminatnya sendiri karena motif dan bahan yang premium. Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan pasar agar tetap berminat dengan produk yang tersedia, Anda perlu mengetahui juga apa yang terkait dengan strategi bisnis dengan pemasan digital yang tepat.

Membuat website UMKM pun sekarang sudah sangat mudah, tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak seperti tahun 2010-an lampau. Era sekarang Anda tinggal membeli domain dan hosting indonesia, kemudian menginstal platform bernama wordpress maka Anda sudah memiliki website yang siap untuk memasarkan produk.

Apa Itu Hosting?

Web hosting adalah sebuah layanan atau jasa yang tujuannya menyediakan sumber daya berupa DNS, HTTP, EMAIL, dan FTP guna mencukupi semua kebutuhan sebuah website agar dapat diakses secara baik.

Secara mudahnya, hosting adalah jasa penyewaan server untuk menyimpan semua file yang dibutuhkan oleh website seperti script php, html, css, javascript, dan database.

Apa Itu Domain?

Domain adalah sebuah nama unik yang dijadikan sebagai pengenal dari sebuah website, domain adalah nama untuk mengidentifikasi server untuk memanggil atau menerima data yang ada di internet.

Tanpa adanya domain, kita akan kesulitan karena harus mengingat nomor IP server yang cenderung sulit untuk dihafal. Dengan adanya domain adalah sebuah terobosan terbaik, karena kita hanya perlu mengingat nama beritateknologi.id saja dibandingkan deretan alamat angka IP.

Sedangkan untuk membantu umkm go digital 2022, ada rekomendasi hosting terbaik 2022 yang wajib Anda gunakan yakni Niagahoster.

Apa Itu Niagahoster?

Niagahoster adalah sebuah perusahaan teknologi yang bergerak dibidang penyedia server hosting dan domain yang mulai beroperasi pada tahun 2014, hingga saat ini niagahoster masih konsisten memberikan layanan terbaik yakni hosting murah 2022.

Usaha Mewujudkan UMKM Go Online

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh para pemilik usaha kecil, mikro dan menengah untuk dapat mewujudkan mimpi menjadi UMKM Go digital? Berikut ringkasannya:

1. Manajemen produksi

Produk yang dihasilkan oleh UMKM harus memiliki kualitas yang minimal setara dengan produk global di kelas tersebut. Misalnya untuk kuliner harus mampu bersaing dalam rasa, tampilan, dan pengemasan. Untuk apparel bisa bermain dalam bahan, motif, warna, dan harga. Usahakan untuk selalu memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki oleh produsen lain.

2. Manajemen pemasaran melalui toko online

Setelah produk benar-benar siap bersaing di pasar global, maka saatnya UMKM Go Online beraksi di dunia maya. Setiap unit usaha perlu memiliki toko online di berbagai platform. Pemasaran harus dilakukan secara masif di semua media yang bisa dijangkau. Berikan pelayanan terbaik dengan spesifikasi barang yang jelas untuk memudahkan pembeli.

3. Kerjasama

Kekuatan produk dan pemasaran harus didukung oleh kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan banyak pihak. Misalnya dengan perusahaan ekspedisi, supaya mereka dapat menjemput pesanan tanpa harus datang ke gerai pengiriman. Pemilik usaha perlu bekerjasama dengan pemerintah di bidang perizinan.

Kerjasama usaha paling penting adalah dengan loyal customer karena mereka menentukan naik dan turunnya pendapatan. Semakin banyak pelanggan loyal semakin berat tanggung jawab pemilik usaha agar pelanggan bertahan. Satu hal yang pasti pemilik usaha harus terus semangat dan bersinergi dengan banyak pihak untuk mewujudkan UMKM Go Online.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

free website stats program UMKM Go Online, Tantangan dan Peluang Yang Menjanjikan