Tutorial Android Studio Terlengkap!

Tutorial Android Studio Terlengkap!

Anda ingin membuat aplikasi Android menggunakan Android Studio? Nah, tutorial Android Studio berikut ini bisa menjadi panduan Anda menyelesaikan aplikasi Android yang akan dibuat.

Untuk bisa membuat aplikasi Android tentunya Anda harus mempelajari pemograman pada Android. Jika Anda masih pemula, tutorial berikut bisa dijadikan acuan untuk belajar membuat aplikasi Android mulai dari nol.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan tentunya harus memasang Android Studio pada PC yang kompatibel. Setelah pemasangan selesai, Anda bisa mengeksplorasi Android Studio untuk dimanfaatkan dalam pembuatan aplikasi Android sesuai dengan konsep yang Anda miliki.

Tutorial Android Studio

Cara Membuat Project Baru

Hal pertama yang dilakukan adalah dengan membuat project baru untuk aplikasi yang akan dibuat. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Buka aplikasi Android Studio
  • Klik ‘Start a New Project’ untuk membuat project baru.
  • Pilih ‘Activity’ untuk melakukan beragam aktivitas di layar Android Studio.
  • Klik ‘Empty Activity’ untuk memulainya dan klik ‘Next’.
  • Konfigurasikan project yang dibuat. Ada beberapa item yang perlu dikonfigurasikan, yaitu:
  1. Name, yaitu nama project.
  2. Package name, diisi dengan nama pembuat aplikasi atau developer.
  3. Save location, untuk menentukan tempat penyimpanan file project.
  4. Language, untuk memilih bahasa pemograman, yaitu Java dan Kotlin.
  5. Minimum API level, untuk menentukan level API yang digunakan.
  • Lakukan Gradle sampai selesai. Lamanya tergantung pada kapasitas RAM dan prosesor yang digunakan.
  • Terbuka workspace Android Studio, isilah dengan kode-kode Java, jika memilih bahasa pemograman Java.
  • Atur layout activity_main.xml yang dibuat, misal widget.
  • Coba jalankan aplikasi tersebut.

Cara Pasang Genymotion di Android Studio

Dalam tutorial Android Studio ini, Anda juga perlu memasang Genymotion sebagai alternatif emulator Android Studio. Genymotion bisa menggantikan Android Virtual Device sebagai emulator jika tiba-tiba lemot saat digunakan. Untuk langkah memasang Genymotion adalah sebagai berikut.

  1. Buka Genymotion yang ada di situs resminya. Kemudian buat akun pada situs tersebut dan unduh Genymotion for Windows, jika menggunakan OS Windows.
  2. Buka file exe Genymotion yang sudah diunduh.
  3. Lakukan proses pemasangan hingga selesai.
  4. Klik ‘Settings’, masuk menggunakan akun yang sudah dibuat di Genymotion.
  5. Untuk membuat virtual device baru, klik ‘Add’.
  6. Klik ‘Next’.

Anda juga perlu mengkonfigurasikannya ke Android Studio. Untuk caranya bisa dilakukan sebagai berikut.

  1. Buka Genymotion dan klik ‘Phone’.
  2. Klik ‘Start’ dan tunggu hingga terbuka.
  3. Klik ikon ‘Running’ dan pilih ‘Genymotion’.

Cara Menjalankan Project di Android

Jika ingin menjalankan (running) aplikasi yang sudah dibuat di Android, Anda bisa menjalankannya tanpa emulator. Nah, caranya adalah dengan menggunakan vysor yang akan dimunculkan ke PC.

Vysor menjadi mirroring screen HP ke PC yang memungkinkan Anda mengakses layar HP menggunakn PC. Vysor bukanlah emulator, melainkan ekstensi Google Chrome.

Bagi Anda yang ingin menjalankan aplikasi di Android menggunakan vysor, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan.

  1. Aktifkan mode developer Android. Caranya, Pengaturan > Tentang Perangkat > nomor versi diketuk 7 kali > buka pengembang > aktifkan mendebug USB.
  2. Pasang vysor di PC. Caranya, buka Chrome > Settings > Extensions > Get more extensions > ketik vysor > cari > add to Chrome > add app .
  3. Hubungkan HP ke PC menggunakan kabel USB.
  4. Jika vysor tidak terbuka otomatis, buka aplikasi vysor pada Google Chrome.
  5. Jalankan aplikasi dengan cara klik ‘Run’ pada Android Studio.

Interface Android Studio

Sebelum menjalankan Android Studio, Anda perlu mengenal lebih lanjut mengenai interface Android Studio. Tutorial Android Studio ini akan membantu Anda melakukan koding aplikasi dengan lebih mudah.

Pada interface Android Studio, ada beberapa bagian yang harus Anda ketahui.

  1. Menu bar, yang terdiri dari beberapa opsi dan perintah pada Android Studio.
  2. Tool bar, untuk mempercepat perintah pada Android Studio.
  3. Struktur project, untuk menampilkan folder project yang sudah dibuat menggunakan Android Studio.
  4. Pallete, menyediakan seluruh tools yang digunakan untuk membuat aplikasi Android.
  5. Design Android, untuk mendesign tampilan aplikasi dan tidak digunakan untuk mengetik script xml.
  6. Component tree, komponen yang ditampilkan setelah menggunakan tools yang ada di Pallete.
  7. Properties, untuk menampilkan pengaturan komponen saat mendesign aplikasi.
  8. Status bar, untuk menampilkan proses saat melakukan aktivitas pada Android Studio.

Mengenal Struktur Folder Android Studio

Salah bagian interface Android Studio yang akan sering Anda kulik adalah struktur folder project. Nah, berikut ini beberapa bagian struktur folder project yang perlu dipahami.

  1. Manifest, biasanya menggunakan AndroidManiest.xml yang berfungsi untuk melakukan berbagai pengaturan, seperti nama aplikasi, ikon aplikasi, gaya tema, dan user permission.
  2. Java, biasanya menggunakan MainActivity.java yang berfungsi untuk memberikan perintah pada pemograman Java.
  3. Res drawble, adalah folder untuk memasukkan gambar pendukung aplikasi.
  4. Res layout (activity_main.xml), biasanya digunakan untuk mengatur layout pada interface utama Android.
  5. Mipmap, digunakan untuk memasukkan gambar.
  6. Values

Ada beberapa pengaturan dalam bagian ini.

  • colors.xml, berisi kode untuk pengaturan warna.
  • dimens.xml, kode untuk mengatur margin aplikasi.
  • strings.xml, kode untuk mengatur teks aplikasi yang dibuat.
  • Styles.xml, untuk memberikan nama warna setelah kode warna dimasukkan.

Cara Menggunakan Linear Layout pada Android Studio

Tutorial Android Studio yang perlu Anda kuasai adalah melakukan pengaturan layout. Salah satunya adalah menggunakan linear layout pada Android Studio. Biasanya linear layout digunakan untuk menampilkan komponen aplikasi dengan cara vertikal maupun horizontal.

Jika Anda ingin membuat aplikasi yang tidak terlalu kompleks, linear layout menjadi pilihan yang tepat, karena tampilannya yang lebih sederhana. Berikut ini beberapa tag xml yang ada pada linear layout.

  1. Tag LinearLayout, jika ingin mengubahnya dari Relative Layout.
  2. Tag Orientation, untuk mengatur orientasi apakah ingin ditampilkan secara horizontal atau vertikal.
  3. Tag Layout Gravity, untuk mengatur tata letak komponen pada linear layout.
  4. Tag Weight, untuk memberikan bobot pada layout.

Relative Layout pada Android Studio

Relative layout menjadi layout default yang lebih relatif untuk diatur letak komponen pada Android Studio. Memilih relative layout menjadi lebih fleksibel mengatur komponen yang dinginkan untuk diubah. Inilah yang menjadi alasan mengapa relative layout lebih banyak digunakan dibandingkan dengan penggunaan linear layout.

Selain mudah dalam pengaturannya, untuk tag xml yang digunakan pun tidak sebanyak linear layout. Pada relative layout, Anda hanya akan menggunakan tag xml dengan kode yang lebih sederhana.

Dalam tutorial Android Studio, Anda harus lebih banyak berlatih agar semakin mahir dalam membuat aplikasi Android yang diinginkan. Semakin banyak waktu yang Anda gunakan untuk berlatih menggunakan aplikasi Android Studio, akan semakin produktif aplikasi Android yang dihasilkan.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free website stats program Tutorial Android Studio Terlengkap!