Sinar Ultraviolet (UV) Salah Satu Senjata Melawan Coronavirus

Sinar Ultraviolet (UV) Salah Satu Senjata Melawan Coronavirus

Ketika dunia mencoba ‘new normal’ setelah berjangkitnya virus COVID-19, ada kebutuhan yang lebih besar untuk teknologi yang akan melengkapi kita untuk melindungi diri kita sendiri. Menanggapi wabah ini, pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia melakukan beberapa praktik sanitasi. Termasuk solusi yang telah digunakan selama beberapa dekade untuk disinfeksi yang efektif yaitu sinar ultraviolet (UV).

Teknologi ini telah menunjukkan harapan besar dalam memberikan desinfeksi permukaan yang efektif. Namun, tidak semua lampu UV efektif untuk tujuan sterilisasi dan desinfeksi. Seluruh radiasi UV bersumber dari matahari dan dapat dibagi lagi menjadi UV-A (320 hingga 400 nm), UV-B (280 hingga 320 nm) dan sinar UV-C (200 hingga 280 nm).

Untuk tujuan disinfeksi, panjang gelombang optimal yang dibutuhkan adalah di daerah 260 nm hingga 275 nm. Dengan kemanjuran germicidal turun secara eksponensial dengan panjang gelombang yang lebih panjang. Alasan mengapa radiasi UV efektif dalam desinfeksi adalah karena ia memiliki energi yang cukup untuk memutus ikatan kimia DNA.

Sinar Ultraviolet

Memahami Sinar Ultraviolet

Radiasi UV-C, dalam kisaran 260 nm – 275 nm, menghancurkan informasi genetik yang disimpan dalam DNA dan karenanya membuat mikroorganisme berbahaya seperti bakteri dan virus tidak efektif. DNA dan RNA adalah blok bangunan kehidupan bagi patogen seperti virus dan bakteri. Patogen-patogen ini tidak dapat bereproduksi yang pada akhirnya menyebabkan kematian suatu koloni yang menular.

Panjang gelombang, intensitas daya, dan durasi paparan adalah beberapa faktor kunci yang digunakan untuk menentukan efektivitas sinar UV terhadap mikroba. Misalnya, pada permukaan dan dalam air, mungkin ada beberapa kuman dengan panjang gelombang serapan optimal yang bervariasi.

Untuk setiap panjang gelombang yang diberikan dari Germicidal UV (GUV), kekuatan dan lamanya paparan perlu ditentukan untuk mencapai tingkat sterilisasi yang diinginkan.

Sementara beberapa efek pandemi mungkin berumur pendek, penekanan pada kebersihan akan tetap ada. Konsumen akan tetap sadar akan kebersihan dan secara aktif akan mempengaruhi keputusan pembelian. Pasar peralatan desinfeksi Sinar Ultraviolet global bernilai $ 1,1 miliar pada tahun 2018. Menurut Allied Market Research, diproyeksikan akan mencapai $ 3,4 miliar pada tahun 2026. Adopsi teknologi sanitasi seperti GUV hanya akan meningkat.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free website stats program Sinar Ultraviolet (UV) Salah Satu Senjata Melawan Coronavirus