Perbedaan Shared Hosting vs VPS

Untuk Anda yang memutuskan untuk menjadi seorang blogger dan bercita-cita mengelola sendiri blog Anda, tersedia berbagai jenis hosting atau platform yang dapat dipilih.Ini misalnya Joomla, Drupal, WordPress, atau yang lainnya. Terkait web hosting sejatinya terdiri dari beberapa kategori hosting, yaitu colocation, cloud hosting, dedicated server, VPS, dan shared hosting. Di antara berbagai kategori tersebut, VPS dan shared hosting adalah yang cukup banyak digunakan.

Alasannya adalah keduanya paling cocok bagi para blogger pemula. Anda bisa memulainya dari shared hosting terlebih dulu sebagai platform blog yang dapat dibuat dalam waktu singkat. Selain itu biayanya juga lebih terjangkau karena di sini Anda hanya mengontrak atau menyewa platform tersebut.Namun hal ini bisa menjadi masalah bila terjadi peningkatan traffic yang signifikan, atau ledakan pengakses. Sumber daya shared hosting mungkin saja tidak akan dapat menampung jumlah yang melebihi kapasitasnya.

Perbedaan Shared Hosting vs VPS

Bila sudah demikian artinya sudah waktunya Anda mengganti platform blog Anda dengan VPS yang mampu menyediakan sumber daya lebih besar.Selain itu VPS juga dapat dikelola oleh Anda sendiri dengan fasilitas yang lebih spesifik dibandingkan customer lainnya. Simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu Hosting

Mereka yang awam dalam bidang ini tentu masih bingung dengan berbagai istilah asing yang berkaitan dengan bidang blog dan blogger.Kita dapat memulainya dengan istilah hosting, secara singkat dapat dijelaskan bahwa hosting adalah perusahaan jasa yang menyewakan server internet untuk pembuatan blog/website serta email. Setelah menjadi klien penyedia jasa tersebut, pelanggan akan mendapatkan akun hosting dengan fasilitas berupa akses shell/FTP, akun email, ruang disk, dan lain-lain. Pelanggan tentunya juga mendapatkan nama domain yang dapat dipilih atau dibuat sendiri.

Dengan demikian penyewa dapat mengunggah konten-konten pada website baik berupa tulisan atau artikel, foto, video, dan lain-lain yang nantinya dapat diakses oleh pengguna internet dimana pun.Hosting sering juga disebut sebagai web hosting karena biasanya berhubungan dengan website. Ini untuk membedakan layanan hosting yang hanya menyediakan fasilitas akun email saja atau email hosting dan akses shell/SSH/ atau telnet.

Sekilas tentang shared hosting

Shared hosting merupakan layanan hosting dengan sebuah akun yang ditempatkan bersama-sama dengan beberapa akun lainnya dalam sebuah server.Dengan begitu artinya Anda menggunakan sebuah server bersama-sama dengan pelanggan lainnya. Seperti yang telah disinggung tadi, shared hosting banyak dipilih karena harga sewanya yang terjangkau.

Sekilas tentang VPS hosting

VPS adalah kependekan dari Virtual Private Service dan ini memperbolehkan pelanggan untuk mengoperasikan lebih dari satu system virtual pada computer server.System tersebut sering dinamakan operasi virtualisasi.VPS dapat digunakan pada blog/website dengan jumlah traffic yang tinggi.Bila blog Anda sudah mulai ramai diakses pengguna internet, Anda mulai membutuhkan privacy serta pengamanan khusus.

VPS juga cocok diterapkan pada blog/website yang membutuhkan pengaturan spesifik tetapi mempunyai keterbatasan dana. Biaya yang harus Anda keluarkan untuk menggunakan layanan VPS memang lebih murah dibandingkan berlangganan dedicated server.

Perbedaan VPS dan Shared Hosting

Dalam VPS terdapat beberapa jenis virtualisasi, yaitu XEN, KVM, dan Open VZ. VPS dan shared hosting sebenarnya sama-sama menggunakan sebuah server fisik. Perbedaannya adalah dalam penggunaannya kerana VPS yang menggunakan system operasi virtualisasi memperbolehkan setiap akun untuk menginstal system operasi yang bervariasi.Ini termasuk menggunakan disk, RAM, serta CPU yang berlainan pula. Hal ini tak dapat ditemukan pada shared hosting karena satu sumber daya akan digunakan bersama-sama oleh berbagai akun dari banyak pelanggan.

Bila memutuskan untuk berlangganan VPS artinya Anda bertanggungjawab penuh dalam pengelolaannya.Ini termasuk aktivitas instalasi aplikasi sendiri yang meliputi aplikasi database, control panel server, dan sebagainya.Selain itu Anda juga harus mencermati kapasitas atau batas menggunakan sumber daya.Bila terjadi kerusakan perangkat lunak Anda juga harus memperbaikinya sendiri.

Alternative lain bila Anda merasa kesulitan melakukan pengelolaan VPS sendirian, Anda bisa meminta bantuan perbaikan dari penyedia jasa hosting. Tentu saja dibutuhkan biaya untuk mendapatkan layanan tersebut.Besarannya tergantung dari tingkat kesulitan gangguan atau jumlah layanan. Yang perlu Anda ketahui tentang VPS adalah tersedia dua tipe pelayanan, yaitu managed VPS dan unmanaged VPS.

Dari namanya Anda tentu sudah bisa menduga bahwa unmanaged VPS artinya pelanggan diharuskan untuk mengelola sendiri VPS-nya. Hal ini termasuk aktivitas instalasi perangkat-perangkat lunak yang menunjang operasional VPS dan menjalankan blog atau website Anda.Selain itu Anda juga dapat memilih sendiri system operasional yang dibutuhkan.Unmanaged VPS juga mengharuskan pelanggan untuk bertanggungjawab penuh untuk menangani masalah yang terjadi, kecuali bila berkaitan dengan masalah hardware.Bila demikian penyedia jasa VPS hosting dapat dimintai bantuan.

Bila Anda memilih managed VPS, sebagaimana layaknya shared hosting Anda hanya perlu melakukan instalasi pada website atau blog. Untuk masalah perangkat lunak dan sebagainya sebagian besar akan dikelola oleh provider atau penyedia hosting. Tentu saja biaya layanan yang demikian ini lebih tinggi bila dibandingkan biaya VPS saja karena Anda juga harus membayar untuk jasa manage.

Plus minus shared hosting

Salah satu keunggulan memilih berlangganan shared hosting adalah Anda bisa menjalankan website Anda dengan praktis tanpa perlu terlibat dalam pemeliharaan hosting. Ini karena seluruh maintenance telah ditanggung oleh penyedia jasa hosting, termasuk untuk melakukan perbaikan bila terjadi kerusakan.Dengan begitu Anda bisa berkonsentrasi penuh untuk mengoptimasi website Anda agar traffic tetap stabil atau meningkat. Selain itu biaya berlangganan shared hosting juga lebih murah dibandingkan VPS hosting.

Meski demikian perlu diketahui jika Anda juga harus berbagai sebuah server dengan pengguna lainnya. Ini artinya Anda menggunakan harddisk, CPU, dan RAM yang sama dengan pelanggan lain sehingga harus beradaptasi dalam hal kapasitas hosting.

Plus minus VPS

Bila website Anda mulai banyak diakses, sebaiknya memang mengganti layanan hosting dengan VPS. Ini karena Anda mempunyai akses secara penuh pada direktori ROOT sehingga memungkinkan untuk melakukan apa pun yang Anda inginkan kepada hosting dimaksud. Artinya Anda pun bebas untuk instalasi berbagai jenis software yang Anda kehendaki karena pihak penyedia jasa hosting tidak dapat melarang.

Karena tak perlu digunakan bersama-sama dengan pelanggan lainnya kondisi server biasanya akan lebih stabil. Walaupun harga sewa VPS lebih mahal, tapi sepadan dengan fasilitas yang Anda dapatkan baik dari segi fleksibilitas, keleluasaan, dan kualitas. Meski demikian perlu diingat bahwa penggunaan VPS relative lebih rumit dibandingkan shared hosting. Tanpa didampingi oleh ahlinya, penggunaan VPS oleh pemula mungkin kurang sesuai karena Anda harus mempelajari terlebih dahulu berbagai prosedur penggunaannya.

Nah, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Yang paling penting adalah menyesuakan platform blog/website sesuai kebutuhan dan ketersediaan dana Anda.

Tinggalkan sebuah Komentar