Risiko Trading Forex Yang Wajib Anda Pahami

Mendengar cerita sukses beberapa trader yang mendapat keuntungan fantastis dalam waktu singkat, banyak trader pemula atau orang awam mungkin tergiur untuk ikut di bidang yang sama. Belajar dari keberhasilan orang lain tentunya merupakan suatu sumber inspirasi positif. Namun, selain mengetahui potensi keuntungannya, anda juga perlu mengetahui risiko trading forex, sehingga akan lebih hati-hati dalam mengambil setiap keputusan dalam trading.

Tentunya, mustahil bagi anda untuk mengetahui semua resiko yang mungkin terjadi selama trading. Forex adalah dunia yang tidak bisa diprediksi secara akurat. Segalanya bisa terjadi. Bahkan, suatu strategi yang berhasil baik bagi trader lain belum tentu berfungsi untuk anda. Pada prinsipnya, setiap aktivitas ekonomi yang memberi peluang profit tinggi pastinya mengandung resiko yang tinggi pula.

Risiko Trading Forex

Risiko Trading Forex Yang Perlu Diketahui Sejak Dini

Sebagai trader pemula, ada beberapa risiko trading forex yang perlu anda ketahui dan anda antisipasi sejak dini:

Volatilitas

Pertama, dalam dunia forex, ada istilah volatilitas, yang didefinisikan sebagai besaran jarak antar fluktuasi harga. Volatilitas juga jika diartikan sebagai kecepatan naik turunnya nilai mata sebuah uang. Dengan demikian, jika volatilitas semakin tinggi, maka resiko gagal semakin tinggi, demikian juga dengan potensi keuntungannya. Volatilitas mempersulit analisis fundamental maupun teknikal, karena kecepatan pergerakan harga yang bergerak cukup cepat akan membuat trader kesulitan mengambil keputusan. Sebagian trader pemula menghindari trading saat pasar sangat volatile, karena tidak mau mengambil resiko

Leverage

Secara harfiah, leverage adalah aktivitas meminjam uang dalam jumlah tertentu kepada broker atau pialang untuk digunakan dalam forex trading. Aktivitas ini sebenarnya sangat lazim di dunia forex. Namun, menurut para pengamat, leverage laksana sebuah pedang bermata dua. Artinya, leverage bisa membuat kerugian yang dialami trader menjadi dua kali lipat. Kenapa? Banyak broker yang mengharuskan trader menyisihkan uang dalam jumlah tertentu sebagai jaminan. Bahkan, jumlahnya bisa jadi lebih tinggi untuk mata uang tertentu. Dengan adanya jaminan, ketika trader ternyata mengalami kerugian dan tidak bisa mengembalikan uang leverage, maka ia juga tidak bisa mengambil kembali jaminan tersebut.

Broker Scam

Memilih broker adalah langkah krusial yang mesti dilakukan sebelum anda memulai aktivitas trading apapun. Trading hanya bisa anda lakukan di platform yang disediakan oleh broker alias pialang. Bagaiaman jika anda salah dalam memilih broker? Akan banyak resiko yang anda tanggung, mulai dari biaya administrasi dan fee tersembunyi, hingga platform yang sebenarnya belum dirancang secara profesional, sehingga sering mengalami downtime.

Keberadaan broker scam alias broker palsu bukanlah hal asing di dunia forex. Banyak broker pemula dan bahkan broker pura-pura berusaha ‘memikat’ trader pemula dengan berbagai iming-iming, mulai dari platform canggih hingga berbagai layanan tanpa fee. Padahal dalam kenyatannya, trader akan membayar banyak biaya dalam nama yang berbeda.

Aspek Psikologis

Bukan tidak mungkin, kalau pikiran buruk muncul di kepala anda saat melakukan trading. Tantangan psikologis bisa berupa rasa takut, rasa cemas berlebihan, ambisi yang terlalu tinggi, dan sebagainya. Aspek psikologis ini dapat menjadi pemicu stres jika keinginan tidak tercapai, sehingga anda cenderung mengambil keputusan tanpa pertimbangan logis dan cenderung emosional. Keputusan trading yang tidak diambil dengan hati-hati dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

Aspek psikologis juga bisa berupa ambisi yang berlebihan. Adakalanya pada saat pertama melakukan trading anda mendapatkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Nah, pengalaman yang menyenangkan ini bisa memicu trader untuk berinvestasi besar-besaran dalam satu kali trading. Padahal, bisa saja kondisi pasar sedang volatile. Akibatnya, sekali mengalami kerugian, anda bisa kehilangan semuanya.

Peluang Loss

Loss atau kerugian dalam trading forex adalah hal lumrah. Trading forex selalu identik dengan ketidakpastian, karena tidak hal yang bisa diprediksi dengan pasti di sektor ini. Meski demikian, peluang loss ini tetap dapat diminimalisir jika anda sebagai trader menerapkan strategi yang tepat dan mitigasi resiko. Langkah terbaik yang bisa anda lakukan adalah menganalisa trend dan harga-harga pada periode tertentu. Broker terbaik umumnya menyediakan sejumlah tools yang dapat dimanfaatkan trader untuk melakukan analisis. Dari hasil analisis inilah anda bisa mengambil keputusan trading.

Faktor Eksternal

Faktor internal seperti masalah psikologis dan mental serta kurangnya pengalaman bukanlah satu-satunya faktor penyebab risiko trading forex. Namun, resiko bisa saja bersumber dari hal-hal yang tidak bisa anda kendalikan. Sebut saja pandemi covid-19 sebagai contohnya. Tidak ada yang memprediksi hal ini akan terjadi. Tidak ada yang bisa memprediksi dengan baik seberapa parah dampaknya saat ini dan sampai kapan pandemi ini akan berlangsung. Bahkan, saat diprediksi nilai mata uang akan turun, ternyata justru ada mata uang yang semakin menguat.

Faktor eksternal semacam ini dapat mempengaruhi dunia forex secara dramatis. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah di suatu daerah dapat mempengaruhi nilai tukar uangnya, dan para trader forex akan merasakan dampaknya di ruang trading. Faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi forex adalah masalah politik, sosial, dan kebijakan moneter sebuah negara.

Money Management

Istilah ini berkaitan dengan bagaimana anda mengelola uang yang dimiliki. Seperti dibahas di atas, saat pasar sedang votatile, maka money manajemen dan manajemen resiko. Dalam kondisi seperti ini, anda dianjurkan untuk tidak menginvestasikan semua uang yang dimiliki di suatu waktu. Bayangkan jika itu anda lakukan dan tiba-tiba saja pasar drop. Maka anda bisa kehilangan semua uang yang dimiliki, bukan? Di sinilah pentingnya analisis teknikal dan fundamental. Ini adalah bagian yang bisa anda pelajari seiring berjalannya waktu.

Resiko Transaksi

Resiko ini berkaitan dengan perubahan kurs mata uang akibat perbedaan waktu antara mulainya transaksi hingga diselesaikan. Trading forex terjadi selama 24 jam; akibatnya, bisa terjadi perubahan tarif kurs sebelum trading selesai dieksekusi. Akibatnya, anda mungkin saja memperdagangkan mata uang dengan kurs yang berbeda saat trading dimulai dengan saat transaksi selesai. Jika nilai mata uang lebih tinggi, maka anda akan untung, namun jika ternyata mata uang yang anda perdagangkan drop, maka anda akan mengalami kerugian.

Semakin tinggi selisih nilai mata uang, maka semakin tinggi pula resiko trading forex yang anda tanggung. Fluktuasi nilai mata uang ini bukan suatu hal yang jarang terjadi. Jadi sekali lagi, anda membutuhkan strategi mitigasi resiko untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga akibat perbedaan zona waktu trading di masing-masing negara.

Itu adalah beberapa resiko trading forex yang perlu anda ketahui. Pada prakteknya, mungkin anda akan tetap menemui resiko selain yang dibahas di atas. Jadi, anda sebagai trader mesti mengenali resiko-resiko ini sejak dini. Ada resiko yang sifatnya berulang dan sering dialami trader lain, namun ada juga resiko yang sifatnya insidentil. Anda bisa belajar dari pengalaman trader lain di forum-forum online maupun dari sumber-sumber yang terpercaya.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar