Rekomendasi Saham Paling Menguntungkan 2020

Investasi dalam saham dapat dijadikan pilihan jika Anda berani mengambil peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Untuk itu tentu saja Anda harus membeli saham terbaik atau blue chip. Pada artikel ini akan diulas apa yang dimaksud saham blue chip dan rekomendasi saham terbaik untuk Anda.

Rekomendasi saham paling menguntungkan tahun 2020

Mengenal saham blue chip

Saham blue chip hanya dikeluarkan oleh yang telah diakui secara nasional, memiliki keuangan yang sehat, dan biasanya sudah berdiri beberapa dekade. Meski demikian ada pula perusahaan baru atau start up yang sahamnya termasuk dalam kategori saham blue chip.

Usahaan demikian ini umumnya memiliki brand yang sudah sangat melekat di hati masyarakat atau produknya sudah diterima secara luas.

Dengan berbagai keunggulan tersebut perusahaan blue chip mempunyai pendapatan yang stabil serta liabilitas wajar walaupun bidang bisnis yang ditekuninya sedang mengalami masalah.

Karena fakta inilah, perusahaan blue chip memiliki pendapatan yang stabil dan liabilitas wajar sekalipun sektor yang diperdagangkan sedang bermasalah.

Terkait dengan kapitalisasi pasar nominal saham go-jek bernilai sangat tinggi yaitu lebih dari Rp 40 triliun.

Rekomendasi saham blue chip yang menguntungkan di tahun ini

Inilah beberapa perusahaan yang sahamnya berkategori blue chip.

Bank BCA

BCA dapat dibilang bank swasta yang paling besar di tanah air. BCA juga merupakan salah satu bank terbaik di Indonesia dengan jaringan ATM yang terluas. Nasabah bank BCA mencapai jutaan orang.

BCA didirikan oleh Sudono Salim pada tahun 1957. Kepemilikan Bank swasta itu sekarang jatuh kepada Djarum group. Bank BCA pada lantai bursa efek Indonesia mempunyai volume 11.378.100 lembar saham dengan kisaran harga harga per lembar nya adalah Rp 30 ribu.

Di tahun lalu membagikan dividen dengan jumlah total 8,3 triliun. Daya tarik saham Bank BCA di mata para investor tentu karena status fundamentalnya yang sangat solid.

Bank BRI

Masih dari sektor bank, Bank rakyat Indonesia adalah peraih status bank plat merah. BRI adalah bank yang meraup pendapatan paling besar di Indonesia. Bank terkemuka ini sangat kompeten dalam menangani produk kredit untuk UMKM atau usaha mikro, kecil, dan menengah. Di sinilah kekuatan BRI yang membuat bank-bank yang lain kalah. Dapat dikatakan produk kredit diatas adalah layanan unggulan BRI yang sulit disaingi oleh para kompetitornya

BRI didirikan pada 16 desember 1895 oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja. Bank yang telah berumur 125 tahun itu pada lantai BEI mempunyai 93.849.800 lembar saham.

Kisaran harga per lembarnya adalah sekitar Rp 4.000. pada bulan Juni 2019 lalu saat pembagian dividen tunai BRI mengucurkan dana kepada para pemegang saham jumlah lebih dari Rp 16,1 triliun.

ASII – PT Astra International Tbk

Saham blue chip terbaik di Indonesia jatuh kepada PT Astra International tbk ASII yang bergerak dalam bidang manufaktur. Perusahaan ini didirikan tahun 1957 oleh William Soeryadjaya bersama dua orang sahabatnya.

Saat ini bisnis Astra telah menggurita menjadi perusahaan multinasional diversifikasi yang memiliki hampir 60 anak perusahaan.

Volume saham Astra di pasar modal mencapai 10.680.600 lembar saham dengan harga menyentuh 6 ribuan. Di tahun lalu Astra sudah membagikan dividen kepada para investornya dengan nilai total Rp6, 23 triliun.

JSMR – Jasa Marga (Persero) Tbk

Pada sektor infrastruktur ada BUMN Jasa marga yang memiliki saham blue chip favorit para investor.

Melalui saham JSMR BUMN ini berkonsentrasi pada pembangunan jalan tol di tanah air. Didirikan pada 1 Maret 1978 sampai sekarang Jasa Marga adalah pengelola 76% dari keseluruhan jalan tol di Indonesia atau sekitar 531 km.

Saham Jasa Marga sangat liquid sebagai market leader sehingga sangat menarik perhatian investor. Pada Bursa Efek Indonesia, volume saham JSMR mencapai 1.533.300 dengan harga mencapai Rp 5.550.

Jasa Marga diketahui pernah membagikan dividen untuk para investor dengan nilai total sebesar Rp. 440 miliar.

PGAS – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

PGAS adalah perusahaan milik negara lain JSMR yang diketahui mempunyai saham blue chip. Seperti yang kita ketahui PGAS berkecimpung dalam sektor energi. Itu ada PGN atau PT Perusahaan Gas Negara yang sebelumnya merupakan perusahaan gas milik Belanda. PGN didirikan di tanggal 13 Mei 1965.

Saham PGN yaitu PGAS yang, merupakan anak perusahaan Pertamina banyak diminati investor karena sangat likuid. Apalagi prospeknya sangat cerah di masa depan sebagai energi yang dapat diperbarui.

Pada lantai BEI PGN memiliki volume total 30.098.100 lembar saham yang harganya berkisar Rp2.100. Perlu Anda ketahui di tahun lalu PGN sudah membagikan dividen tunai kepada para investor dengan jumlah total Rp1,3 triliun.

Selain rekomendasi saham di atas, beberapa saham blue chip lainnya yang juga dapat menjadi referensi Anda adalah saham dari PT Unilever Indonesia Tbk, PT Indofood CBP Sukses Makmur, dan PT Telekomunikasi Indonesia (persero) Tbk.

Ciri-ciri saham blue chip

Inilah ciri-ciri saham blue chip yang perlu Anda ketahui.

1. Mempunyai kapitalisasi besar

Saham blue chip diterbitkan oleh perusahaan yang besar serta mempunyai profit yang stabil. Hal ini dapat dibuktikan dengan asset serta modal yang dimiliki perusahaan, termasuk kapitalisasi pasarnya. Angka tersebut didapatkan dengan mengalikan harga saham dengan jumlah lembar saham yang ada di bursa efek. Sebuah perusahaan dikatakan besar jika nilai kapitalisasinya mencapai lebih dari Rp20 triliun.

2. Sudah cukup lama berada di bursa

Faktanya jangka waktu suatu saham berada di bursa tak dapat dijadikan patokan suatu saham menjadi blue chip. Tetapi jika memang telah berada di BEI cukup lama dan perusahaan terkait juga telah meningkat keuntungannya, serta perkembangannya signifikan, barulah dapat dinilai apakah suatu saham termasuk blue chip atau belum.

3. Aktif dalam bursa

Saham blue chip umumnya banyak diminati untuk diperdagangkan baik oleh perorangan, investor, atau pun lembaga. Saham yang termasuk dalam kategori blue chip sudah pasti berada dalam daftar saham terakhir pada bursa. LQ45 adalah suatu indeks yang mencantumkan saham-saham likuid atau yang ramai diperdagangkan.

Meski demikian tak selalu saham yang tercantum dalam indeks tersebut merupakan saham blue chip. Ini misalnya karena sektor perusahaan tersebut tengah ramai di lantai BEI, dan bukannya karena bisnis perusahaan tersebut tengah mengalami peningkatan yang signifikan.

4. Market leader

Saham blue chip diterbitkan oleh perusahaan yang merupakan market leader. Ini adalah ciri yang paling mudah diketahui, bahkan oleh orang yang awam. Contohnya perusahaan seperti PT Telkom atau Astra adalah bisnis yang terbaik pada bidangnya masing-masing.

Inilah yang dinamakan market leader. Produk-produk buatan mereka dipakai secara luas oleh masyarakat atau berhasil memonopoli pasar. Jika demikian sudah pasti jika saham perusahaan tersebut adalah blue chip.

Nah, demikianlah daftar rekomendasi saham yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar