Perbedaan Buzzer dan Influencer, Apakah Anda Termasuk Salah Satunya?

Perbedaan Buzzer dan Influencer, Apakah Anda Termasuk Salah Satunya?

Banyak orang belum memahami perbedaan buzzer dan influencer, sehingga kesalah pahaman tersebut berakibat fatal pada anggapan dan stigma yang berkembang. Pada umumnya orang atau publik figur bisa dengan bangga mengakui bahwa dirinya merupakan seorang influencer. Akan tetapi sangat jarang orang berani mengakui profesinya sebagai buzzer.

Dewasa ini, profesi buzzer dilekatkan dengan isu politik. Isu lain seperti kesehatan, ekonomi, bahkan hukum dan sosial pun dikaitkan dengan politik. Tidak peduli bahwa musim pemilu sudah berlalu. Seolah semua buzzer punya kepentingan dengan politik saja.

Perbedaan Buzzer dan Influencer

Perbedaan Buzzer dan Influencer

Meskipun sama-sama memiliki tugas untuk menyebarluaskan ide, opini atau berita di masyarakat. Terdapat beberapa perbedaan buzzer dan Influencer yang harus Anda pahami. Tidak sedikit masyarakat menganggap influencer menempati status sosial lebih tinggi dari buzzer.

Istilah

Perbedaan buzzer dan influencer berdasarkan istilah, influencer adalah orang yang bisa meng-influence / mempengaruhi atau menyebarkan pengaruh untuk menggiring opini masyarakat luas. Sementara buzzer adalah orang yang mengorganisir untuk meledakkan isu atau opini di masyarakat.

Tujuan keduanya mungkin tampak sama, akan tetapi ukuran yang dipakai berbeda sehingga keduanya tidak mungkin disamakan. Jika dari istilahnya sudah berbeda maka sisi lainnya akan tampak semakin banyak perbedaan.

Jumlah Followers

Persyaratan rekrut tenaga buzzer dan influencer biasanya harus menyertakan data pengikut akun media sosial. Tentu para pencari tenaga mereka membutuhkan data seberapa besar pengaruh akun media sosial calon pekerja di dunia maya. Semakin banyak pengikut, semakin besar kesempatan mereka menyebarluaskan pengaruh melalui akun media sosial.

Hal ini umumnya hanya berlaku pada rekrutmen influencer Agustus 2022. Sedangkan untuk buzzer data jumlah pengikut tidak selalu diminta. Pencari buzzer hanya ingin memastikan kepemilikan akun media sosial saat bekerja. Saat ini buzzer paling banyak digunakan di media sosial Twitter. Mereka bisa memainkan tagar sehingga menjadi trending topic 2022.

Selain data jumlah pengikut, calon influencer biasanya juga diminta untuk mengirimkan engagement atau hasil analisa statistik akun yang didaftarkan. Influencer tidak hanya bisa menggunakan akun media sosial seperti instagram dan tiktok saja, tapi juga channel YouTube atau blog. Tentu dengan media yang berbeda, YouTube menggunakan video dan blog melalui tulisan.

Target Pencapaian

Perbedaan buzzer dan influencer yang tampak mencolok berikutnya yakni target pencapaian hasil kerja. Para buzzer dituntut untuk dapat membuat publik memperbincangkan opini yang digiringnya, lalu menjadikan hal tersebut viral. Oleh karenanya butuh banyak buzzer untuk mengerjakan satu proyek penggiringan opini.

Sementara influencer bisa bekerja sendiri atau beberapa orang yang memiliki pengaruh luas. Dari hasil kerja mereka akan dapat menjangkau pembaca atau pemirsa dan pengikut akun media sosial.

Gaji / Insentif

Berdasarkan pengamatan di lapangan, gaji atau insentif yang diterima oleh influencer jauh lebih besar dari pada untuk buzzer. Akan tetapi beredar pula rumor bahwa buzzer politik 2022 dibayar mahal untuk menggiring opini publik dan membuat berita viral.

Sampai saat ini masih jarang sekali buzzer yang berani secara terbuka menceritakan kinerja mereka kepada publik, termasuk besaran insentifnya. Sementara para influencer tidak enggan berbagi tarif mereka dalam memberikan endorse, atau menjadi brand ambassador suatu produk.

Saat merekrut influencer sebagai agen pemasaran, perusahaan atau bagian marketing biasa menyertakan fee yang akan mereka terima jika memenuhi syarat. Sementara buzzer biasanya direkrut dari komunitas atau agen penulis yang memiliki banyak jamaah.

Cara Kerja

Karena keduanya bergerak di media sosial perbedaan influencer dan buzzer bisa dilihat dari cara mereka bekerja. Di Twitterland misalnya, para buzzer harus menulis puluhan hingga ratusan kali opini yang sama dengan menggunakan tagar khusus.

Sementara influencer membutuhkan kecakapan menggali informasi dan menyusunnya kembali menjadi ulasan utuh. Influencer hanya perlu sekali saja menyebarluaskan konten dan memenuhi syarat yang diminta.

Target Audience

Seluruh warganet adalah target pasar buzzer dan influencer. Akan tetapi keduanya memiliki segmen pasar yang berbeda. Warganet yang menjadikan media sosial sebagai dunia kedua ialah target empuk bagi para buzzer. Mereka yakni pemilik akun yang aktif meninggalkan komentar.

Sementara influencer memiliki target pasar sesuai media sosial yang dipilihnya. Seorang youtubers memiliki target pemirsa yang sesuai dengan minat, usia dan genre yang dikuasainya. Seorang selebgram memiliki target pasar orang-orang dengan akun yang memiliki kegemaran sama dengan postingannya.

Perbedaan Perilaku

Perbedaan influencer dan buzzer dari sisi perilaku bisa dilihat pada cara mereka memperlakukan akun lain. Influencer cenderung menampilkan sisi positif dari opini yang dibawa namun tidak menutup mata seandainya mendapati kekurangan dari materinya. Sementara buzzeRP dianggap cenderung cinta buta terhadap materi yang harus diviralkan.

Warganet yang cerdas tentu bisa membedakan dengan mudah akun mana yang bisa disebut influencer atau buzzer. Ciri lain dari buzzer adalah tidak memiliki pengikut atau postingan menyangkut kehidupan pribadinya. Mereka hanya menggunakan akun tersebut untuk bekerja menggiring opini. Tidak sedikit pula akun buzzer yang dikendalikan oleh bot twitter 2022, bot instagram, bot tiktok, dll.

Jenis Buzzer dan Influencer

Perbedaan influencer dan buzzer lainnya yaitu dilihat dari materi yang dibawa dan tempat mereka menyelesaikan tugas penggiringan opini. Berikut perbedaan jenis buzzer dan influencer yang ada di Indonesia:

Jenis Buzzer

  • Buzzer Politik adalah buzzer yang berperan aktif menyebarluaskan isu politik, terkesan membela kepentingan pihak tertentu dan berusaha mematahkan opini lain yang berseberangan. Tidak sedikit dari mereka yang berani menulis kalimat-kalimat irasional demi memuluskan maksud.
  • Buzzer Marketing adalah buzzer yang memiliki tugas mengenalkan suatu brand atau merk dari perusahaan tertentu. Mereka bisa menggunakan isu politik, sosial, ekonomi, atau apapun yang sedang banyak dibicarakan untuk mengangkat nama sebuah produk. Contoh yang paling terlihat yakni pada akun medsos operator seluler, coba Anda cek sekarang berapa banyak akun yang memuja-muja operator seluler tersebut padahal postingan kosong.

Jenis Influencer

Sementara itu jenis influencer dibedakan berdasarkan media yang dipakai dan jumlah follower. Influencer Instagram biasa disebut sebagai selebgram, influencer YouTube biasa disebut sebagai youtuber, dan mereka yang fokus di blog disebut sebagai bloger.

Perbedaan influencer dan buzzer dilihat dari jenisnya berakibat pada besaran insentif yang mereka terima juga berbeda. Terutama untuk YouTube, semakin besar jumlah pengikut dan viewer video mereka, tidak hanya insentif dari brand yang mereka terimaa akan tetapi mereka juga mendapat gaji dari adsense atau insentif dari YouTube.

Ada juga jenis Buzzer dan influencer sejati yang tidak lagi mengandalkan jadwal atau isu tertentu. Mereka yaitu orang-orang dengan idealisme sejalan dengan opini yang sedang digiring. Sehingga meskipun tanpa gaji, mereka bisa muncul di semua platform media dan menyuarakan hal serupa.

Sementara para blogger memiliki tempat istimewa di dunia maya, keberadaan mereka semakin memperjelas perbedaan influencer dan buzzer. Karena blogger tidak menggunakan media sosial, sehingga hasil kerjanya hanya bisa dievaluasi melalui statistik jangkauan dari tulisan mereka di blog. Ibarat pasukan, blogger dapat bergerak dalam senyap di jagat maya.

Penjelasan singkat mengenai perbedaan influencer dan buzzer di atas kiranya bisa memperjelas profesi yang sedang hits saat ini. Jangan-jangan, tanpa dibayar kita menjadi buzzer atau influencer sejati. Karena tanpa dibayar kita ikut menggiring opini secara masif atau mempromosikan produk tertentu.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

free website stats program Perbedaan Buzzer dan Influencer, Apakah Anda Termasuk Salah Satunya? flagcounter