Mengenal ROI (Return On Investment) Dalam Investasi Digital Marketing

Mengenal ROI (Return On Investment) Dalam Investasi Digital Marketing

Setiap investor selalu mengharap keuntungan dari usahanya. Keuntungan tersebut dapat berupa materi maupun immaterial. Keuntungan berupa immaterial tidak dapat dihitung dengan jelas, bisa jadi nilainya lebih tinggi dari keuntungan materi. Sementara keuntungan materi bisa dihitung setelah investor mengenal ROI (Return On Investment).

Return On Investment (ROI) dalam bisnis dapat dipahami sebagai rasio keuntungan terhadap modal yang sudah diinvestasikan untuk memperoleh hasil tersebut. Dengan memperhitungkan realisasi keuntungan dibanding biaya dan modal, akan diperoleh prosentase hasil dari investasi di bidang usaha yang sedang dijalani.

Mengenal ROI (Return on investment)

Mengenal ROI (Return On Investment) di Berbagai Bidang

Pada dasarnya kewajiban mengenal ROI (Return On Investment) tidak hanya mengenai investasi di bidang digital marketing saja. Ada beberapa bidang lain yang menuntut Anda sebagai investor agar bisa aktif menghitung pendapatan atau kerugian yang diperoleh. Sehingga pada proyek selanjutnya dapat meminimalisir risiko. Berikut beberapa bidang yang membutuhkan perhitungan ROI:

1. ROI Bidang Pasar Modal

Peluang investasi di pasar modal meliputi beberapa instrumen yang dapat dipilih investor, yaitu: saham, obligasi/sukuk, reksadana, ETA, dan produk derivatif lain. Investor dapat memilih satu atau beberapa instrumen sekaligus yang dianggapnya menguntungkan. Masing-masing instrumen memiliki peluang menguntungkan dengan cara berbeda.

Keuntungan di investasi saham misalnya, bisa diperoleh dengan dua cara yaitu trading untuk mendapat capital gain atau menunggu pembagian dividen. Sementara obligasi atau sukuk berpeluang mendapat kupon setelah jatuh tempo. Dari setiap instrumen tersebut dapat diperkirakan rasio keuntungannya setelah mengenal ROI (Return On Investment).

Dasar perhitungan ROI di pasar modal bukan hanya nominal modal yang dialokasikan pada instrumen tertentu. Akan tetapi sebaiknya perhitungkan juga modal kuota, waktu, dan tenaga yang dihabiskan demi mendapat keuntungan tersebut. Termasuk investasi ilmu untuk melakukan analisa sebelum memilih portofolio yang tepat.

2. ROI Bidang Perdagangan

Usaha perdagangan adalah bentuk investasi di sektor riil. Pengusaha atau investor menanam modalnya untuk membeli atau memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan pasar kemudian menjualnya. Dari selisih harga jual dan modal yang dikeluarkan itulah diperoleh keuntungan. keuntungan tersebut kemudian dibandingkan dengan modal untuk mengetahui prospek masa depan usaha.

Dari hasil analisa perbandingan rasio keuntungan terhadap modal dapat diketahui apakah usaha tersebut cukup menguntungkan atau sebaliknya. Selain menghitung keuntungan, seorang pengusaha juga perlu melihat prospek masa depan bidang usaha yang ditekuninya. Tanpa analisa dari banyak sisi, keuntungan dari sebuah usaha bisa jadi berlangsung hanya sesaat.

3. ROI Bidang Penanaman Modal Usaha

Tidak hanya investor pasar modal yang harus mengenal ROI (Return On Investment) dengan baik. Investor usaha di sektor riil juga harus bisa menghitung dan prospek keuntungan usaha orang lain. Ketika Anda ingin menanam modal pada usaha yang sedang ramai, perhitungkan baik-baik seberapa besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh setelah periode tertentu.

Jika potensi keuntungan dari usaha tersebut ternyata kecil, sebaiknya pertimbangkan untuk menanam modal di sektor atau usaha lain yang lebih menguntungkan. Hal ini penting meskipun keuntungan tidak selalu harus berupa materi dan dalam jumlah banyak.

4. ROI Bidang Digital Marketing

Untuk mengenal ROI (Return On Investment) di bidang digital marketing berarti Anda harus mengetahui pintu keuntungan apa saja yang dapat diperoleh di dunia maya. Misalnya keuntungan dari membuat blog, Anda bisa mendapat keuntungan dari adsense, placement content, pemasangan backlink, atau afiliasi iklan.

Digital marketing melalui internet memungkinkan selebgram untuk mendapat endorse, campaign fee, atau paid promote. Anda juga mungkin mendapat keuntungan dari Instagram Ads atau Facebook Ads jika memasang iklan di sana menghasilkan banyak order masuk. Semakin banyak Anda mengenal dunia digital, semakin besar potensi keuntungan yang bisa diperoleh.

Sebaliknya, semakin lemah kekuatan analisa Anda bisa jadi modal yang harus dikeluarkan lebih besar dari hasilnya. Dengan demikian Anda mengalami kerugian. Dari kerugian tersebut perlu diperhitungkan pula seberapa lama akan bisa bertahan pada usaha yang sama. Anda harus bersiap mencari alternatif solusi atau mengalihkan investasi ke bidang lain yang lebih dikuasai.

Tujuan Analisa ROI (Return On Investment)

Apa tujuan mengenal ROI (Return On Investment) bagi seorang investor? Minimal ada tiga manfaat yang diperoleh setelah menguasai ilmu penting dalam investasi ini. Yaitu untuk mengukur efisiensi, profitabilitas, dan pertimbangan untuk melakukan ekspansi bisnis di masa depan. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Mengukur Efisiensi

Ilmu mengenal ROI atau Return On Investment adalah dasar bagi seorang investor untuk dapat bekerja secara terukur, efisien, dan sesuai target. Setiap rupiah yang diinvestasikan seharusnya bisa bekerja semaksimal mungkin agar menghasilkan rupiah berikutnya dalam jumlah lebih banyak sekaligus berkah. Karena akan percuma jika hasil dari sebuah usaha banyak namun akhirnya sia-sia.

Contoh mudah efisiensi pada investasi di pasar modal adalah seperti berikut: Anda mengalokasikan budget investasi dari pos keuangan yang aman. Artinya tidak ada kebutuhan pokok yang harus dikorbankan untuk mengalokasikan dana tersebut. Setelah menganalisa dengan ilmu investasi, mana portofolio yang tepat untuk Anda pilih, maka perburuan return di pasar modal telah dimulai.

Sebagai perumpamaan, Anda memilih saham sebagai alat investasi. Return saham hanya bisa Anda peroleh melalui transaksi jual beli dan mencari selisih pada harga saham yang telah dimiliki.

Anda perlu menganalisa saham mana yang murah sekaligus berpotensi naik harganya dalam waktu singkat. Untuk melakukan hal ini, Anda perlu menguasai teori investasi pasar modal, bukan hanya mengenal ROI (Return On Investment) melalui buku atau artikel.

Selain itu Anda perlu memperhitungkan berapa banyak investasi materi dan waktu yang dibutuhkan untuk menguasai ilmu analisa harga saham? Jika ternyata kegiatan mempelajari analisa tersebut membuat Anda lalai terhadap pekerjaan utama, atau meninggalkan tanggung jawab, maka bersiaplah untuk merugi jika hasilnya sedikit.

Ada kalanya seorang investor harus merugi di awal, sebagai kompensasi menguasai pasar dan ilmu di bidang tersebut. Jika potensi masa depan usaha itu baik dan investor yakin akan mendapat keuntungan besar setelahnya, maka tidak salah memilih untuk meneruskan dan menambah modal.

2. Mengukur Profitabilitas

Perhitungan profitabilitas tidak selalu tepat jika dilakukan di masa awal investasi. Termasuk investasi di bidang digital marketing. Karena awal usaha biasanya investor dan usaha itu sendiri belum stabil. Meskipun tidak ada salahnya tetap mengenal ROI (Return On Investment) dan menghitungnya sebagai perkiraan kasar dan antisipasi terhadap kerugian besar.

3. Pertimbangan Ekspansi Bisnis

Hasil perhitungan ROI pada bisnis yang sudah berjalan stabil dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan ekspansi bisnis periode selanjutnya. Termasuk di dunia digital, jika strategi marketing yang digunakan ternyata berhasil mendatangkan omset berkali lipat, maka investor harus bersiap untuk menambah produk atau memainkan usaha di bidang lain dengan teknik serupa.

Selain pemasaran, ilmu mengenal ROI (Return On Investment) nyatanya bermanfaat untuk segala bidang bisnis. Sebagai bagian dari manajemen keuangan yang baik, perhitungan rasio pendapatan terhadap modal yang dikeluarkan akan selalu membantu Anda untuk mengambil keputusan rasional.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

free website stats program Mengenal ROI (Return On Investment) Dalam Investasi Digital Marketing flagcounter