Mengenal Apa Itu Hosting dan Domain Secara Lebih Dekat

Ketika berbicara tentang website, baik website untuk keperluan bisnis maupun pribadi, anda tidak akan pernah lepas dari dua istilah, yakni hosting dan domain. Memang, meski anda tidak memiliki kemampuan untuk membuat website, anda harus tetap mengetahui tentang dua istilah ini dan bagaimana cara kerjanya. Kedua istilah ini saling terkait dan saling ketergantungan. Hosting tanpa domain, tidak ada yang bisa disajikan. Domain tanpa hosting, maka website anda tidak akan pernah bisa diakses orang lain.

Apa itu Hosting dan Domain

Apa itu Hosting dan Domain dan Perbedaan Keduanya

Hosting dan domain memiliki fungsi yang berbeda, namun sama pentingnya. Istilah hosting mengacu kepada tempat di mana file website, seperti gambar, video, dan database diletakkan. Sementara itu, istilah domain mengacu kepada alamat dari website tersebut. Analoginya seperti ini: hosting adalah sebuah rumah, di mana anda tinggal dan di mana semua barang-barang anda disimpan. Sementara itu, domain adalah alamat rumah tersebut, alamat yang digunakan orang lain untuk menemukan rumah anda. Jadi, tanpa keduanya, website anda beserta isinya tidak akan bisa diakses orang lain.

Namun, keberadaan ‘rumah’ dan ‘alamat’ saja belumlah cukup untuk memastikan website anda bisa diakses setiap saat. File-file yang ada di website anda disimpan di sebuah server hosting, yang harus bekerja full 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jika server tiba-tiba down, maka website anda tidak bisa diakses orang lain. Itulah sebabnya, salah satu kriteria penting dalam memilih layanan hosting adalah garansi uptime 99,9%. Artinya, resiko downtime hanya 0,1% atau sebisa mungkin nihil.

Domain

Seperti dibahas di atas, domain laksana sebuah alamat rumah yang menunjukkan keberadaan atau posisi rumah anda. Tanpa alamat, bagaimana orang lain bisa datang ke rumah anda? Demikian juga domain. Tanpa domain, bagaimana orang lain bisa mengakses website anda? Domain atau nama website melengkapi hosting. Pengunjung mengetik nama website anda di browser agar bisa ‘berkunjung’ website dan melihat isinya.

Jika ingin nama website anda mudah diingat oleh pengunjung, maka pilihlah domain yang unik namun mudah diingat, serta menggambarkan bisnis anda. Nama cantik saja tidak cukup, namun sebisa mungkin harus menunjukkan identitas usaha anda. Secara umum, domain dikelompokkan menjadi dua, yakni domain global (domain gTLD) dan domain id (ccTLD). Domain global seperti .com, .net, .online, .store, .live, .info, dan sebagainya berlaku global dan bisa digunakan di mana saja. Sementara itu, domain id bersifat spesifik, karena id mengacu kepada Indonesia.

Hosting

Jika domain diasosiasikan dengan alamat rumah, maka hosting diasosiasikan sebagai rumah itu sendiri. Domain tanpa hosting sama dengan alamat tanpa rumah, jadi tidak ada gunakanya karena tidak ada yang bisa dilihat pengunjung di sana. Jadi, website anda akan membutuhkan layanan hosting untuk menyimpan file, informasi, gambar, video, database, atau script yang disajikan di website.

Setelah mendapatkan layanan hosting, maka anda akan diberikan akses ke cPanel atau Control Panel. Seperti namanya, cPanel memungkinkan anda untuk mengelola hosting, seperti membuat subdomain, mengelola SSL, mengatur setting dan kapasitas hosting, dan sebagainya. Sayangnya jika anda tidak memiliki pengetahuan tentang pengelolaan hosting, maka sebaiknya anda tidak melakukannya sendiri.

Apa itu Hosting dan Domain: Bagaimana Memilih Keduanya?

Sayangnya, anda biasanya tidak bisa mengelola domain dan hosting sendiri. Keduanya menimbulkan implikasi biaya. Nama domain yang digunakan untuk website anda bisa dikatakan ‘dikontrak’ pada jangka waktu tertentu. Misalkan anda membeli domain untuk 2 tahun. Maka setelah 2 tahun, nama domain tersebut akan kadaluarsa, kecuali jika anda memperpanjangnya.

Biasanya, harga yang dibayar untuk nama domain tergantung kepada ekstensi yang digunakan. Nama domain dengan ekstensi .com biasanya paling mahal, karena provider harus melakukan pencarian secara luas untuk memastikan bahwa nama domain yang sama belum digunakan orang lain. Sebaliknya, nama domain dengan ekstensi yang tidak begitu populer biasanya lebih murah.

Setelah ‘kontrak’ pemakaian nama website disepakati dan dibayar, maka sebenarnya urusan domain sudah selesai, namun tidak dengan urusan hosting. Layanan domain dan hosting mungkin saja anda dapatkan dari satu provider yang sama. Namun, umumnya keduanya diberikan oleh provider yang berbeda pula.

Jenis Hosting

Pemilihan layanan hosting mesti dilakukan secara seksama. Pada kenyataannya, ada beberapa jenis layanan hosting, antara lain:

  • Shared hosting: Jika harga menjadi pertimbangan utama anda, maka shared hosting dapat menjadi alternatifnya. Layanan ini umumnya dibanderol lebih murah, sehingga cocok untuk website usaha kecil, website pribadi, atau blog. Tentunya, shared hosting memiliki sejumlah kelemahan, terutama dari segi kecepatan akses, karena satu server digunakan oleh beberapa website (user)
  • VPS hosting: Berbeda dengan shared hosting, VPS hosting adalah layanan yang menyediakan server khusus untuk masing-masing pengguna. Artinya, kemungkinan crowd lebih kecil, karena anda tidak perlu bersaing dengan pengguna lainnya untuk mendapatkan layanan hosting yang berkualitas.
  • Cloud hosting: Layanan ini hampir sama dengan VPS hosting, namun dikelola secara cloud. Range harganya relatif lebih tinggi, karena memberikan pengguna kebebasan untuk mengelola server tanpa terganggu oleh pengguna lainnya.

Selain 3 paket utama di atas, sebenarnya masih ada beberapa layanan hosting lain. Misalnya, WordPress menyediakan hosting sendiri, yang memungkinkan pengguna web atau blog berbasis website untuk menikmati layanan khusus. Namun, layanan seperti ini biasanya terbatas untuk konsumen saja.

Faktanya, memilih jenis hosting yang akan dipakai tidaklah sesederhana itu. Sebagai blogger atau pemilik website pemula, anda mungkin direkomendasikan untuk memilih pada shared hosting, karena lebih murah. Namun, jika website anda diperuntukkan bagi bisnis, shared hosting tidaklah dianjurkan. Kenapa?

Apa itu Hosting dan Domain: Shared vs VPS Hosting

Ketika usaha anda berkembang nantinya dan traffik keluar-masuk dari website semakin tinggi, anda akan menyadari berbagai kekurangan dari layanan hosting gratis. Dengan shared hosting, bayangkan anda tinggal di sebuah asrama yang penghuninya banyak. Satu sumber energi listrik digunakan bersama dan satu sumber air digunakan bersama. Bayangkan apa yang akan terjadi! Pastinya rebutan, bukan?

Bagi sebuah bisnis, layanan yang lambat atau downtime yang tinggi bisa menyebabkan terhambatnya transaksi. Bayangkan saja ketika seseorang sedang berkunjung di website anda tiba-tiba terjadi downtime, sehingga menjadi error. Pengunjung pastinya akan berpindah ke website lain dan enggan kembali ke website anda. Hal ini akan berdampak buruk terhadap keberlangsungan usaha anda.

Jadi, sebaiknya pilih VPS hosting jika website anda dibangun untuk keperluan bisnis. Dengan VPS hosting, satu server hosting diperuntukkan khusus untuk anda, sehingga tidak perlu rebutan. Namun untuk itu, anda mungkin perlu menunjuk satu orang staf untuk menangani server hosting. Atau, jika anda tidak memiliki sumber daya manusia yang cukup, anda bisa bekerja sama dengan jasa penyedia hosting profesional.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar