Memahami Instrumen Investasi Untuk Investor Pemula

Memahami Instrumen Investasi Untuk Investor Pemula

Sebelum pandemi Covid-19 datang, berbagai instrumen investasi sudah dikenal di Indonesia. Pandemi tidak menambah banyak ragam tempat investor melakukan investasi, hanya menambah jumlah produknya dari jenis yang sama. Misalnya produk reksa dana syariah yang pada akhir 2019 tercatat sebanyak 265 di pertengahan 2021 ini mencapai 293 produk.

Begitu juga jumlah saham, emiten yang melantai di bursa efek, dan jumlah UMKM yang terdaftar di kementerian perindustrian. Banyaknya pilihan produk investasi ini merupakan pertanda baik karena berarti tingginya semangat investor dan seluruh lapisan masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Kondisi ekonomi yang masih cenderung labil saat ini menuntut investor lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Dana yang tersedia harus dialokasikan pada instrumen investasi yang tepat agar target keuntungan tetap tercapai. Karena tidak semua sektor investasi mampu bertahan dan memberikan return sesuai rencana.

Pentingnya Investasi

Sesungguhnya kondisi ekonomi yang masih labil tidak bisa menghilangkan manfaat investasi. Dengan kata lain, investasi harus tetap dilakukan agar roda ekonomi dapat berjalan dan berputar meskipun tidak secepat sebelum pandemi datang. Justru saat iklim investasi mengalami kelesuan seperti saat ini, investor harus mampu membaca peluang pasar.

Ketika gelombang pandemi ini nanti berhasil dilalui, secara otomatis nilai kapitalisasi berbagai instrumen investasi dapat naik dan melejit. Oleh karena itu sebelum sampai di titik itu, saat ini investor harus bersiap mengelola dananya pada instrumen yang tepat.

Investasi selalu penting dalam semua kondisi ekonomi. Anggaplah investasi yang perlu dilakukan saat ini bukan hanya untuk menyiapkan masa depan yang lebih nyaman, tapi juga upaya untuk mengelola harta agar luas manfaatnya. Tanpa pengelolaan dan alokasi investasi, harta berapapun hanya akan habis tanpa jejak.

Pada praktiknya investasi memang harus dipaksakan di awal. Konsistensi dalam melakukan investasi merupakan bentuk perjuangan ketika bersungguh-sungguh dengan tujuan melakukannya. Meskipun investasi tidak perlu dipaksakan ketika kondisi ekonomi pribadi jauh dari kata cukup, investasi dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana, sedekah misalnya.

Ragam Instrumen Investasi

Saat ini kita mengenal adanya dua sektor besar dalam dunia investasi, yaitu investasi di sektor riil dan sektor keuangan. Masing-masing sektor ini menawarkan instrumen investasi yang beragam. Tentu dengan potensi keuntungan dan risiko investasi yang berbeda pula. Berikut beberapa instrumen yang bisa Anda pilih ketika melakukan investasi

• Instrumen investasi sektor riil

Investasi di sektor riil berarti investasi yang bergerak langsung, menggerakkan barang dan jasa agar perpindah dari produsen dan dimanfaatkan oleh konsumen. Sektor ini tentu menjadi ujung tombak perekonomian, karena sektor riil tetap bisa bertahan meskipun tanpa sistem keuangan modern.

Sektor riil membuka peluang adanya potensi peningkatan nilai harta setelah diubah bentuknya menjadi usaha-usaha. Ada banyak bidang usaha di sektor riil, baik barang maupun jasa. Mulai dari skala kecil, menengah, hingga besar. Anda bisa memilih instrumen investasi di bidang produksi, distribusi skala besar, atau pemasaran retail.

Investasi di sektor riil juga memungkinkan Anda untuk memilih bidang makanan dan minuman, toiletries, kebutuhan pokok harian, alat tulis dan kantor, atau apparel. Bidang jasa seperti ekspedisi, komunikasi, dan kesehatan juga memiliki potensi perkembangan yang baik untuk masa depan.

Secara otomatis, hasil yang bisa diharapkan dari investasi di sektor riil sangat tergantung pada omset. Semakin baik kondisi ekonomi, iklim perdagangan, dan kemampuan beli masyarakat, maka dapat dipastikan usaha di sektor riil sangat menjanjikan. Sebaliknya jika terjadi krisis, kerusuhan, sektor riil berpotensi mengalami banyak kerugian.

• Instrumen investasi sektor keuangan

Sementara itu di sektor keuangan, Anda dapat memilih instrumen investasi di bidang perbankan atau non bank. Investasi keuangan di lembaga keuangan perbankan meliputi bank umum, BPR dan koperasi. Di Indonesia, setiap lembaga keuangan tersebut memungkinkan beroperasi dengan sistem konvensional atau syariah.

Indonesia memiliki ratusan bank yang tersebar di seluruh pelosok negeri, baik bank umum untuk masyarakat luas maupun bank khusus milik perusahaan. Investor pemula hanya bisa menanamkan investasinya pada bank umum untuk masyarakat luas. Sementara bank khusus dikelola oleh perusahaan tertentu untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka.

Lembaga keuangan bank skala menengah disebut sebagai BPR. Biasanya BPR beroperasi di tingkat kabupaten atau kota. Sementara untuk skala kecil, ada koperasi yang melayani jasa tabungan dan kredit seperti bank dan BPR.

Anda bisa memilih instrumen investasi di sektor perbankan berupa tabungan, giro, atau deposito. Jika Anda ingin produk perbankan yang lebih beragam, bisa memilih investasi di Bank Syariah, yang menyediakan prouk investasi emas dan properti.

Selain sektor perbankan, Anda juga bisa melakukan investasi melalui sektor keuangan non bank. Ada pasar modal, asuransi, pegadaian, leasing, dan sebagainya. Bagi Anda yang muslim dan mengutamakan investasi sesuai prinsip syariah, hampir setiap lembaga keuangan memiliki produk dengan sistem berbasis syariah.

Seperti pasar modal syariah, tersedia ETF Syariah, sukuk yang diterbitkan pemerintah dan swasta, juga reksa dana syariah. Selain itu ada asuransi syariah, BPR Syariah dan koperasi syariah. Sistem operasional yang diterapkan oleh lembaga keuangan syariah berbeda dengan sistem operasional lembaga keuangan konvensional yang berbasis bunga.

Untung Rugi Diversifikasi Investasi Saat Pandemi

Diversifikasi investasi adalah upaya untuk membagi dana investasi pada beberapa pos berbeda untuk mengurangi risiko akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil. Istilah dalam investasi yang sering diungkapkan untuk menjelaskan diversifikasi adalah “jangan meletakkan telur pada keranjang yang sama”.

Telur diibaratkan sebagai dana atau modal, dan keranjang merupakan instrumen investasi yang bisa dipilih sesuai dengan ketersediaan minat dan kemampuan. Investor bisa memilih investasi di sektor keuangan dan sektor riil sekaligus, untuk mengurangi risiko investasi dan meningkatkan potensi pendapatan.

• Untungnya diversifikasi investasi

Ada beberapa keuntungan meletakkan “telur” di keranjang yang berbeda sebagai strategi memaksimalkan instrumen investasi pilihan. Seperti halnya telur yang diletakkan pada beberapa tempat penyimpanan berbeda, pasti risiko pecah karena bentrok dengan telur lainnya semakin kecil. Semikian juga pada investasi, diversifikasi mengurangi timbulnya risiko kerugian.

• Waspada kerugian diversifikasi investasi

Di sisi lain, Anda sebagai investor harus waspada jika melakukan diversifikasi investasi dengan dana terbatas. Karena jika sewaktu-waktu dana investasi perlu digunakan untuk keperluan lain, tidak mudah dicairkan dalam waktu singkat.

Investasi di beberapa instrumen berbeda memiliki jangka waktu perhitungan keuntungan masing-masing. Misalnya Anda memilih deposito dan trading saham. Untuk deposito hanya bisa dicairkan setelah jatuh tempo, dan trading saham bisa menghasilkan keuntungan setiap hari.

Apapun pilihan instrument investasi Anda, pastikan untuk melakukan analisis risiko dan potensi keuntungan. Analisis dapat Anda lakukan melalui proyeksi perhitungan dengan berbagai teori investasi dan praktik langsung mulai dari nilai investasi kecil.

Keberhasilan berbagai instrumen investasi dalam memberikan keuntungan maksimal kepada investor tergantung pada banyak faktor. Mulai dari kondisi ekonomi, cara pengelolaan dan analisis potensi, hingga faktor keberuntungan. Pastikan Anda memilih instrumen yang tepat sesuai dengan anggaran investasi yang tersedia.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free website stats program Memahami Instrumen Investasi Untuk Investor Pemula