Kesalahan Pemula di Medsos Untuk Bisnis Yang Sering Terjadi

Kesalahan Pemula di Medsos Untuk Bisnis Yang Sering Terjadi

Strategi digital marketing saat ini dianggap sangat efektif karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Bahkan marketing melalui sosial media hampir dilakukan oleh semua brand besar di Indonesia. Namun jika tidak menguasai ilmunya tentu saja bisnis yang Anda kelelo melalui medsos tidak berkembang, untuk itu mengetahui beberapa kesalahan pemula di medsos sangat penting diketahui.

10 Kesalahan Pemula di Medsos

Bagi Anda yang baru menjalankan bisnis melalui sosial media, biasanya ada kesalahan yang dilakukan. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai kesalahan pemula di medsos yang perlu dihindari, terutama untuk Anda yang menjalankan bisnis.

Membeli Followers Untuk Membangun Kredibilitas Akun

Kesalahan pemula yang sering dilakukan yaitu ingin meningkatkan kredibilitas dengan cara membeli followers. Saat ini memang banyak layanan atau jasa jual followers untuk akun-akun bisnis online. Namun apakah dalam berbisnis di media sosial hal itu di rekomendasikan?

Sayangnya, banyak pebisnis pemula di medsos yang menganggap bahwa akun medsos mereka akan lebih kredibel ketika konsumen melihat akun tersebut memiliki banyak followers. Akhirnya pebisnis pemula menggunakan jalan pintas untuk membeli followers, padahal followers yang dibeli merupakan akun yang tidak aktif atau akun robot.

Perlu diketahui bahwa pengguna aktif medsos saat ini sangat kritis sehingga tidak bisa dimanipulasi. Orang lain akan tahu dengan mudah ketika akun bisnis memiliki followers yang tidak aktif.

Biasanya, akun yang membeli followers tampak seperti memiliki banyak followers tapi likes yang diberikan pada postingan hanya sedikit. Usahakan untuk hindari hal ini saat membangun bisnis di sosial media bagi pemula.

Tidak Mau Mengikuti Akun Lain

Dalam bersosial media ada istilah mutualan atau saling mengikuti. Namun ternyata masih banyak pebisnis pemula yang ingin akun media sosial mereka memiliki jumlah pengikut lebih banyak daripada jumlah yang diikuti. Ini merupakan kesalahan pemula di medsos yang sering terjadi.

Hal ini tentu tidak bisa diterapkan bagi para pebisnis pemula di media sosial. Jangan pernah menyamakan strategi bisnis pemula dengan brand terkenal yang sudah memiliki banyak followers.

Cobalah untuk mengikuti akun orang lain, dan jangan lupa follback ketika ada pelanggan yang mengikuti akun Anda. Hal ini merupakan strategi untuk membangun networking di sosial media yang berpengaruh pada kesuksesan dalam berbisnis.

Asal-Asalan Memposting Konten

Betapa pun Anda semangat dalam menjalankan bisnis, tetapi tidak boleh membabibuta dalam menyajikan konten bagi para pelanggan. Ciptakanlah konten kreatif untuk menarik perhatian para followers sosial media.

Sayangnya banyak para pebisnis pemula yang belum memahami hal ini, bahkan banyak dari mereka yang mengambil gambar dari Google. Padahal gambar tersebut buram, tidak berkualitas, dan jelas-jelas melanggar hak cipta.

Hindari memposting konten yang membosankan. Variasikan postingan konten dengan berbagai cara sehingga followers tidak jenuh ketika melihat postingan Anda.

Kurang Responsif

Perlu diketahui bahwa popularitas bisnis di sosial media tidak dapat diraih dengan cepat. Untuk membangun jaringan dengan para followers, pebisnis pemula harus menjemput bola.

Sayangnya, masih banyak pebisnis pemula yang tidak responsif untuk memberikan feedback kepada para followers yang berkomentar atau mengirimkan pesan. Padahal hal ini bisa mempengaruhi kepercayaan followers terhadap akun Anda.

Meskipun Anda telah mencantumkan contact seperti WhatsApp atau SMS, tetapi biasanya para pengikut lebih suka bertanya langsung melalui DM atau komen. Tetaplah bersikap responsif untuk menanggapi setiap pertanyaan mereka. Namun, kesalahan pemula di medsos ini masih sering terjadi.

Tidak Menganalisis Audiens

Bagi para pebisnis pemula, analisis audiens harus dilakukan supaya memahami perilaku setiap audiens saat menggunakan medsos. Untuk membantu Anda menganalisis audiens gunakanlah fitur insight. Anda bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengetahui demografi audiens serta perilakunya.

Misalnya di platform Instagram, Anda bisa dengan mudah mengetahui lokasi followers, gender, usia, dan lain sebagainya. Hal ini dapat membantu pebisnis pemula untuk melakukan promosi lebih tepat sasaran. Oleh karenanya, tetaplah melakukan analisis audiens untuk keberlangsungan bisnis.

Keliru Dalam Menggunakan Sosial Media

Usahakan branding yang dilakukan konsisten dan sesuai bagi semua platform sosial media. Sesuaikanlah semua jenis konten untuk semua platform sosial media, seperti ukuran dan jenis konten tersebut.

Konten gambar yang diunggah di sosial media Instagram sebisa mungkin juga dapat diunggah di Twitter maupun Facebook. Begitupun durasi konten video di Facebook juga perlu disesuaikan dengan durasi video di Instagram yang terbatas.

Pastikan branding yang dibawakan jelas sehingga mudah dikenali oleh audiens yang melihatnya dari berbagai platform yang Anda gunakan.

Tidak Konsisten Melakukan Branding

Ternyata bisnis Anda dapat dijatuhkan oleh Anda sendiri jika menerapkan pendekatan dan strategi branding yang berbeda di beberapa platform sosmed. Ternyata hal itu dapat membuat audiens menjadi bingung dan justru tidak mudah mengenali brand yang Anda tawarkan.

Sebenarnya tidak mengapa jika menggunakan jenis konten berbeda di setiap platform sosial media. Namun dalam upaya branding, hal ini bukan merupakan cara yang baik karena merupakan upaya branding yang tidak konsisten.

Tidak Memperhatikan Kualitas Konten

Membuat jadwal postingan bertujuan untuk menjaga stabilitas kuantitas content. Namun ternyata bukan hanya kuantitas saja yang harus diperhatikan, melainkan kualitas konten juga penting untuk diperhatikan untuk diunggah di sosial media.

Sayangnya ini menjadi salah satu kesalahan pemula di medsos yang sering terjadi, apalagi para pebisnis pemula. Oleh karenanya, carilah informasi terlebih dahulu mengenai topik yang sedang hangat diperbincangkan warganet.

Ketahui juga mengenai hal-hal apa saja yang ingin diketahui mereka mengenai brand Anda. Selanjutnya Anda bisa dengan mudah menyajikan konten yang berkualitas dan tidak kehilangan followers.

Tidak Memberikan Informasi Lengkap

Dalam merencanakan strategi marketing melalui platform sosial media seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan berbagai platform lain, cantumkanlah informasi detail. Bagaimanapun juga target pelanggan membutuhkan informasi brand bisnis Anda secara detail.

Pengguna sosial media mau mengenal dan membangun hubungan dengan Anda jika mereka mengenal siapa Anda. Meskipun informasi disampaikan detail, tetapi jangan terlalu bertele-tele.

Terlalu Serius Dan Kaku

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kebanyakan orang yang menggunakan sosial media untuk menghilangkan stres dan bersenang-senang. Oleh karena itu, konsep tersebut juga perlu diterapkan pada brand bisnis Anda. Hindarilah memposting konten yang kaku dan terlalu serius.

Apalagi lagi pengguna sosial media saat ini lebih menyukai konten-konten yang dibawakan dengan konsep yang menarik dan menghibur. Jika Anda ingin branding produk melalui sosial media, harus lebih cerdas lagi dalam memposting konten sehingga tidak terlalu serius dan kaku.

Bagaimanapun juga tujuan Anda menggunakan sosial media tidak serta merta untuk menjual produk tetapi juga membangun brand bisnis. Jika hal tersebut dapat dilakukan, maka dapat memberikan dampak positif dalam jangka waktu yang panjang.

Itulah beberapa kesalahan pemula di medsos yang sering terjadi. Untuk meningkatkan kredibilitas bisnis di medsos, hindari beberapa hal diatas sehingga bisnis yang dijalankan pun akan berkembang.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

free website stats program Kesalahan Pemula di Medsos Untuk Bisnis Yang Sering Terjadi flagcounter