Kelemahan Robot Trading dan Mengetahui Bagaimana Cara Kerjanya

Kelemahan Robot Trading dan Mengetahui Bagaimana Cara Kerjanya

Belakangan ini sedang marak mengenai robot trading. Banyak orang yang merekomendasikan atau menawarkan robot trading dengan iming-iming yang lumayan menggiurkan. Namun, Anda harus berhati-hati karena kelemahan robot trading juga tidak sedikit.

Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai apa itu robot trading, kelebihan, serta kelemahannya, simak informasi berikut!

Mengenal Robot Trading

Istilah robot trading santer dibicarakan masyarakat seiring meningkatnya antusiasme banyak orang terhadap dunia investasi. Sebenarnya, apa itu robot trading? Robot trading merupakan aktivitas perdagangan investasi secara otomatis dengan dukungan program khusus.

Program tersebut sudah dibekali algoritma serta indikator-indikator analisa teknikal yang dapat memberikan sinyal trading, kapan waktu untuk buy atau sell.

Perusahaan penyedia layanan robot trading akan mendapatkan profit dari penjualan atau penyewaan robot dan sharing profit. Sebagian besar para penyedia robot trading akan menjelaskan berbagai kemudahan dan keuntungan yang tinggi kepada para investor jika menggunakan robot trading.

Keunggulan Menggunakan Robot Trading

Alasan yang biasanya dipertimbangkan sebagian orang lebih memilih menggunakan robot trading, yaitu:

Bekerja 24 jam

Dengan menggunakan robot, Anda tidak perlu melihat pergerakan pasar setiap saat karena dapat bekerja secara otomatis selama 24 jam setiap harinya asalkan terhubung VPS. Saat ada peluang trading, robot akan siap kapan saja melakukan order market.

Jadi, para investor tidak kehilangan peluang melewatkan trading meski sedang sibuk.

Multitasking

Selain tidak memerlukan istirahat, robot ini juga dapat multitasking secara otomatis, seperti menjalankan target profit, order stop-loss, dan banyak lainnya.

Tidak memiliki emosi

Kelebihan lainnya adalah sistem robot tidak memiliki emosi yang dapat memengaruhi keputusannya karena kondisi market.

Robot trading hanya menjalankan sesuai dengan sistem program sehingga tidak akan ada emosi yang memengaruhinya. Dengan kata lain, robot akan melakukan buy, sell, take profit atau stop loss berdasarkan instruksi pemrogramannya.

Itulah yang menjadi alasan bahwa robot trading diklaim lebih unggul dibanding manusia yang sering dipengaruhi emosi.

Menangkap peluang lebih cepat

Robot trading bekerja sesuai pemrograman selama 24 jam tidak seperti manusia yang ada batasnya. Robot dapat melakukan target pasar, mengamati pergerakan market, memperoleh peluang sehingga mengambil langkah lebih tepat dan cepat.

5 Kelemahan Robot Trading

Dibanding beberapa kelebihan yang dimilikinya, robot trading juga memiliki banyak kekurangan, antara lain:

1. Tidak Semua Broker Memperbolehkan

Robot trading memiliki kemampuan untuk mengerjakan ratusan hingga ribuan order market dalam waktu singkat. Nah, hal tersebut bisa mengakibatkan adanya antrean panjang dari order market sehingga memengaruhi server broker.

Server bisa menjadi freeze atau lag sehingga sejumlah broker tidak mengijinkan adanya investor yang menggunakan robot trading untuk tipe akun atau pair tertentu.

2. Strategi Trading yang Terbatas

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa robot trading merupakan sistem dengan pemrograman khusus. Program yang telah terpasang ini memiliki kelemahan, yaitu strategi yang terbatas sesuai dengan pengaturannya. Sementara itu, banyak strategi trading yang kini dianggap tidak begitu efektif lagi digunakan.

Ada banyak strategi baru yang terus bertambah setiap tahunnya untuk bisa mendatangkan profit yang besar. Strategi yang terbatas pada robot trading ini perlu Anda pertimbangkan kembali jika ingin menggunakannya.

Meski dapat bekerja 24 jam dan multitasking, tetap saja robot memiliki keterbatasan dan tidak dapat melakukan improvisasi. Berbeda halnya dengan trading manual dimana strategi yang digunakan dapat terus dimodifikasi supaya bisa profit tinggi.

3. Memerlukan Biaya Lebih

Kelemahan robot trading lainnya adalah Anda memerlukan biaya yang lebih tinggi karena harga yang cukup mahal. Ada yang menawarkan robot trading mulai dari Rp1 jutaan hingga Rp100 juta lebih sesuai dengan sistem, tingkat keberhasilan profit, serta kemampuan menganalisa dan akurasinya.

Di samping itu, investor yang menggunakan robot untuk trading harus menggunakan VPS di mana harga sewanya antara Rp1 – 3 jutaan. Ditambah lagi harus mempunyai komputer atau laptop dengan spek tinggi dan dukungan koneksi internet yang kuat.

Modal untuk menggunakan robot trading jauh lebih banyak sehingga trader harus bisa mengembalikannya. Setelah balik modal barulah Anda dapat menikmati hasil profit tapi waktu yang dibutuhkan untuk ini semua tidaklah sebentar.

4. Risiko Rugi Lebih Tinggi

Melihat daftar keunggulan yang dibicarakan tentang robot ini ternyata risiko profitnya juga lebih tinggi. Program strategi yang ditanam dalam sistem robot adalah martingale, hedging, dan scalping yang umumnya jarang digunakan untuk trading manual.

5. Kurang Aman

Robot trading berupa software dengan berbagai pemrograman yang didesain dapat melakukan aktivitas trading. Namun, software ini lumayan rentan terhadap virus atau malware.

Anda harus berhati-hati ketika mengoperasikannya karena bisa saja pc yang digunakan terkena virus dan mengganggu kinerja AE. Virus juga dapat meretas dan mengambil data penting yang ada pada software untuk dijual.

Pahami Risiko Investasi Lewat Robot Trading

Umumnya, para broker menawarkan paket robot trading dengan berbagai jenis dan layanan yang akan diperoleh. Ada yang menawarkan paket Starter dengan harga bot Rp1.5 juta dan deposit awal Rp7.5 juta, Sharing Profit 50% – 50%, BEP 7,7 bulan hingga ada paket Supreme.

Untuk paket Supreme harga robotnya adalah Rp150 juta dan harus mendepositkan Rp750 juta dengan Sharing Profit 90% untuk Anda dan 10% untuk broker dengan BEP 3,9 bulan.

Pertanyaannya, misalkan Anda sudah profit sekitar 20% dengan dana yang ada di sana Rp10 juta dan ingin menyisakan uang profit 20% ini (Rp2 juta) untuk modal supaya robot trading terus menghasilkan, apakah bisa? Menariknya, uang deposit tersebut jika ditarik sebelum BEP maka akan dikenai potongan sebesar 30%.

Jadi, uang modal Anda tersimpan di sana sehingga hal ini tidak bisa dikatakan profit. Misalkan Anda pilih paket Supreme dengan profit 50% dimana sudah Anda tarik sampai Rp450 juta dan di tengah perjalanan broker tersebut bermasalah.

Penghitungan Antara Profit atau Tidak

Hal ini tetap tidak bisa dikatakan profit karena modal Anda yang Rp900 juta masih di sana. Bisa disebut profit adalah ketika setelah Anda jual, modal tersebut masih utuh. Misalkan modal awal adalah Rp900 juta dan saat ditarik semua menjadi Rp1,35 miliar maka ini dinamakan profit 50%.

Selama Anda tidak dapat menarik modal Anda maka tidak bisa dikatakan profit 50%.
Hal yang harus Anda pahami adalah semua instrumen investasi memiliki risiko masing-masing, termasuk robot Forex, robot trading, saham, properti, dan sebagainya. Semuanya masing-masing memiliki risiko.

Contohnya di investasi saham seperti perusahaan Unilever yang sangat besar bahkan produk yang kita gunakan sehari-hari atau temukan di supermarket berasal dari sana tapi ternyata tahun ini sahamnya turun 50%.

Jadi, di dunia ini tidak ada yang namanya kepastian dalam investasi. Uang Anda adalah milik dan tanggung jawab Anda sendiri. Akan tetapi, menggunakan robot trading memang memiliki risiko yang lebih tinggi. Semuanya itu tergantung pilihan Anda masing-masing.

Bagaimana, apakah masih tertarik menggunakan AE meski sudah mengetahui kelemahan robot trading?

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free website stats program Kelemahan Robot Trading dan Mengetahui Bagaimana Cara Kerjanya