Investasi Kripto: Cara Membeli Koin dan Analisis Sederhana Bagi Pemula

Investasi Kripto: Cara Membeli Koin dan Analisis Sederhana Bagi Pemula

Dewasa ini investasi kripto semakin marak diminati oleh kawula muda. Bagaimana tidak, nilainya yang cenderung naik drastis berkali lipat dari harga awalnya tentu menawarkan return yang tidak sedikit. Misalkan hari ini membeli koin senilai 10 juta rupiah, 4 bulan kemudian bisa jadi harganya naik senilai 20 juta rupiah, naik 100% dari modal awal.

Potensi kenaikan nilai kapitalisasi koin tersebut memiliki risiko yang sama dengan penurunannya. Tidak jarang harga kripto mengalami penurunan hingga jatuh berkali lipat dan hampir tidak berharga. Satu koin yang awalnya dijual dengan harga ratusan juta bisa saja tiba-tiba anjlok menjadi puluhan atau beberapa ratus ribu rupiah.

Para pakar ekonomi di bidang investasi sudah jauh hari mengatakan bahwa tingginya potensi pendapatan berbanding lurus dengan tingkat risikonya. Demikian juga dalam investasi kripto, potensi kenaikan harganya tinggi, sekaligus bisa anjlok sewaktu-waktu. Oleh karena itu Anda perlu waspada terhadap fluktuasi harga kripto sebelum memutuskan terjun ke dalamnya.

Kripto Sebagai Komoditas

Saat ini, jual beli koin kripto di Indonesia diawasi oleh BAPPEPTI, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi yang berada di bawah Kementerian Perdagangan RI. Badan pengawas ini dibentuk pada tahun 1999 sebagai hasil perubahan bentuk dari Badan Pelaksana Bursa Komoditi (BAPEPTI).

Karena jual beli kripto melalui agen penjual tidak diawasi langsung oleh OJK, maka dapat kita pahami bahwa kripto bukanlah produk jasa keuangan. Sampai saat ini di Indonesia kripto dianggap sebagai komoditas tidak berwujud. Aset kripto hanya bisa diakui secara digital, dan tidak dapat dilihat bentuknya dalam kehidupan nyata.

Aset komoditas di kehidupan nyata telah banyak kita kenal berupa investasi emas, perak, batu mulia, properti, atau lainnya yang dapat dipegang dan dilihat langsung. Sementara jika Anda memilih investasi kripto, bersiaplah untuk tidak akan pernah melihat wujudya kecuali berupa angka digital.

Cara Membeli Koin Saat Investasi Kripto Pertama Kali

Transaksi jual beli kripto tidak bisa dilakukan melalui bank atau lembaga keuangan lainnya. BAPPEPTI juga tidak melayani transaksi jual beli kripto, hanya memberikan izin adanya pihak yang ingin memperjualbelikannya. Bagi Anda yang sudah yakin untuk menginvestasikan sebagian aset kekayaan melalui kripto, berikut langkah yang perlu diambil.

  • Buka Rekening Kripto di Exchange/ Agen Penjual

Sampai pertengahan 2021, ada 13 agen penjual/exchange yang mendapat izin BAPPEPTI untuk melayani para investor kripto. Fungsi exchange ini mirip seperti perusahan sekuritas yang melayani investor pasar modal maupun pasar modal syariah, yaitu menghubungkan investor dengan emiten.

Sementara dalam transaksi kripto, exchange menghubungkan pembeli dengan pemilik/penambang kripto yang ingin menjual koinnya. Karena kripto merupakan komoditas tidak berwujud yang nilainya hanya diakui oleh sesama peminat koin, maka fluktuasi harganya tergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran dalam komunitas tersebut.

Untuk memulai investasi kripto, Anda bisa membelinya melalui agen penjual yang telah menyediakan aplikasi sebagai alat jual beli koin. Menurut beberapa reviewer, aplikasi yang mudah digunakan untuk pemula adalah aplikasi Pintu dan Binance.

Aplikasi Pintu memiliki kelebihan mudah digunakan meskipun koin yang tersedia terbatas, dan menawarkan fee yang tinggi dalam setiap transaksi. Sementara aplikasi Binance sebaiknya digunakan oleh investor yang sudah cukup familiar dengan dunia kripto karena fiturnya agak sulit dipahami pemula. Selain itu, fee di aplikasi Binance lebih murah dibanding Pintu.

Binance belum mendapat regulasi dari BAPPEPTI, namun saat ini merupakan salah satu exchange terbesar di dunia. Di Indonesia, Binance memiliki anak perusahaan yang mengelola aplikasi Toko Crypto sebagai agen penjual koin kripto. Aplikasi ini lebih mudah digunakan dan fee-nya lebih bersahabat, cocok digunakan investasi kripto untuk pemula.

Setelah memilih aplikasi yang cocok, Anda bisa mendaftar dan memasukkan beberapa data yang diminta seperti nama, email, dan identitas lain yang dibutuhkan. Data ini penting untuk direkam karena transaksi kripto melibatkan nominal yang tidak sedikit.

Lakukan verifikasi akun setelah mendaftar agar bisa melakukan deposit saldo. Aplikasi jual beli kripto tidak bisa memproses deposit dan pembelian koin di akun yang belum diverifikasi. Untuk itu, pastikan Anda menggunakan email aktif agar admin exchange dapat melakukan verifikasi dengan mudah.

  • Isi Saldo

Setelah berhasil mendaftar dan dapat masuk ke ruang menu, Anda bisa melakukan pengisian saldo koin. Saldo inilah yang nanti bisa digunakan sebagai alat pembayaran saat membeli koin dan menerima pembayaran jika Anda menjualnya. Jika Anda memilih aplikasi Toko Crypto, pembayaran deposit bisa dilakukan melalui virtual account bank Mandiri atau Permata.

  • Beli Koin

Koin yang tersedia di pasar aplikasi sangat banyak dan Anda bisa memilih untuk membeli koin yang siap diperdagangkan. Untuk pemula, Anda bisa mulai dengan membeli koin yang paling populer. Seperti saat pertama investasi saham, Anda dianjurkan untuk memilih efek yang blue chip, kan?

Nah, demikian juga di market cap koin, ada 5 merk koin yang paling terkenal di dunia kripto. Jadi ketika Anda ingin memulai investasi kripto, bisa memilih salah satu dari: Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Dogecoin, atau XRP. Kelima merk koin tersebut memiliki kapitalisasi pasar tertinggi dibanding ratusan lainnya.

Untuk melakukan investasi kripto, Anda harus menggunakan “mata uang” yang sesuai dengan kualifikasi koin pilihan. Misalnya untuk mata uang BNB hanya bisa digunakan untuk membeli koin BNB. Jika Anda ingin membeli koin dengan mata uang lain, silakan lakukan penukaran mata uang melalui aplikasi.

  • Analisa Kripto

Untuk melakukan analisa kripto dalam investasi kripto, ada banyak sekali trik dan metode teknis. Minimal, Anda harus membaca semacam prosektus setiap koin yang tersedia. Prospektus tersebut menerangkan profil dan potensi bitcoin sehingga investor bisa memperkirakan sebesar apa return yang mungkin dihasilkan di masa depan.

Selain potensi, periksa nilai koin yang ingin Anda beli. Setiap koin memiliki nilai dan cara perhitungan harga yang berbeda dengan koin lain. Pilih koin dengan nilai paling tinggi dan mudah diperjualbelikan agar jika sewaktu-waktu ingin menjualnya kembali bisa Anda lakukan dengan mudah.

Hal-Hal Yang Perlu Diwaspadai Investor Kripto Pemula

Sebagai investor pemula, Anda perlu waspada terhadap beberapa hal yang mungkin terjadi sebagai risiko investasi kripto. Pertama adalah risiko penurunan nilai koin yang bisa berlangsung sewaktu-waktu. Karena kripto tidak seperti saham yang hanya bisa diperjualbelikan di hari dan jam kerja, tapi aktif selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan.

Risiko penurunan nilai koin memungkinkan Anda kehilangan seluruh uang yang sudah diinvestasikan di deposit koin. Anda hanya bisa bersabar menunggu harganya kembali naik atau rela dengan kerugian yang harus diderita karena penurunan nilai tersebut.

Apapun pilihan Anda dalam melakukan pengelolaan dan pengembangan uang untuk persiapan masa depan, sebaiknya jangan jadikan investasi kripto sebagai satu-satunya pilihan. Jika Anda tertarik dan sungguh ingin mencoba, pastikan tidak lebih dari 10% dana investasi untuk dialokasikan di sektor ini.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free website stats program Investasi Kripto: Cara Membeli Koin dan Analisis Sederhana Bagi Pemula