Digital Signature : Fungsi, Cara Kerja, Dan Pengertiannya

Kemajuan teknologi kini sudah sangat mumpuni, sudah mampu masuk ke berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Salah satunya ialah tanda tangan. Bila dulu manusia harus menggunakan pulpen untuk tanda tangan, kini cukup dengan digital signature Anda sudah bisa membuat tanda tangan.

Digital signature kini sudah banyak dipakai oleh perusahaan dan pemerintah. Tujuannya pun tidak lain ialah menjaga pemilik tanda tangan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini penggunaan tandatangan digital sudah banyak diberlakukan pada pemerintah republik Indonesia, bahkan di Kartu Keluarga (KK) keluaran terbaru sudah tidak menggunakan tandatangan bolpoin dan stempel basah lagi, melainkan dengan QRcode yang berisikan DigiSign.

Tapi sebelumnya, apakah Anda sendiri sudah tahu apa itu tanda tangan digital? Bagaimana fungsi dan cara kerjanya, bahkan sampai dengan keuntungannya? Kalau belum, yuk simak ulasan menarik mengenai tanda tangan digital di bawah ini.

digital signature

Pengertian Digital Signature

Tanda tangan digital adalah jenis tanda tangan yang biasa dilakukan, namun yang menjadi pembeda yakni penggunaan algoritma matematika atau pin yang dilibatkan saat pembuatan tanda tangan tersebut. Dimana pin itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai validasi keaslian file, dokumen, atau perangkat lunak. Tidak lagi menggunakan pulpen dan kertas sebagai alat untuk membubuhkan tanda tangan, cukup scan QRcode maka akan diarahkan ke website yang digunakan untuk memvalidasi tanda tangan tersebut.

Apa Itu Website?

Website adalah kumpulan halaman yang berhubungan satu dengan lainnya (istilahnya link antar halaman), website bisa dibuka melalui peladen (web browser seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, dsb).

Pada tahun 2021 ini keberadaan website sangat wajib bagi perusahaan, instansi, dan lembaga. Bahkan untuk pengembangan bisnis Anda, saat ini sangat dianjurkan untuk memiliki website agar bisa dijangkau oleh orang dari mana saja. Website adalah media promosi secara gratis yang jangkauannya tidak hanya Indonesia saja, melainkan juga luar negeri.

Nantinya tanda tangan digital tersebut kembali digunakan untuk memastikan kalau file yang dikirim secara digital merupakan asli. Sehingga saat dikirim ke penerima yang dituju, file tersebut merupakan file dengan format asli yang tidak diganggu oleh apapun.

Simpelnya cara kerja tanda tangan digital ini sama seperti segel amplop. Namun yang membedakan hanya proses kirimnya yang jauh lebih mudah dibandingkan dengan segel amplop. Yang mana Anda harus menandatangani secara fisik semua file yang akan dikirim dari satu negara ke negara lainnya, dan harus mengirimkan melalui kurir. Sudah pasti akan melibatkan banyak dokumen dan tentunya waktu Anda akan terbuang begitu saja.

Sebaliknya dengan digital signature, waktu Anda tidak akan terbuang banyak termasuk dengan uang yang harus dikeluarkan untuk memproses satu file saja. Tetapi dengan tanda tangan digital, dokumen akan dikirim secara elektronik dan terjadi enkripsi hanya dalam hitungan menit saja.

Cara Kerja Tanda Tangan Digital

Kalau sudah paham dan mengerti dengan pengertian juga fungsinya, kini Anda harus tahu bagaimana tanda tangan digital ini bekerja. Cara kerja tanda tangan digital ini sebenarnya tidak jauh beda dengan tanda tangan umumnya. Yang mana memiliki ciri unik dari setiap bubuhan penandatangan itu sendiri.

DocuSign menjadi salah satu alat yang sering digunakan sebagai alat tanda tangan digital. Dimana pada alat tersebut memiliki protokol khusus yang disebut dengan PKI. PKI inilah yang mewajibkan penyedia untuk menggunakan algoritma matematika agar menghasilkan dua bilangan panjang, yang nantinya disebut dengan kunci. Kunci pertama memiliki sifat publik, sedangkan pada kunci kedua memiliki sifat pribadi.

Apa Itu PKI?

Public Key Infrastructure atau yang kerap disebut PKI adalah salah satu cara dalam otentikasi serta pengamanan data secara digital. Jika dijelaskan secara teknis, PKI adalah sebuah implementasi dari beberapa teknik enkripsi yang tujuannya agar data tidak bisa diduplikat alias tidak bisa dipalsukan, kemudian pastiin bahwa data ataupun pengirimnya itu benar-benar asli.

Jadi bila nanti Anda akan menandatangani dokumen elektronik, maka tanda tangan Anda akan dibuat menggunakan kunci yang kedua, yakni kunci pribadi yang harus Anda simpan dengan aman agar tidak disalahgunakan.

Mungkin Anda penasaran dengan maksud dari algoritma matematika di atas. Ya, penggunaan algoritma matematika pada digital signature bertindak sebagai sandi. Yang mana bekerja untuk membuat data agar cocok dengan dokumen yang sudah Anda tanda tangani atau disebut dengan hash. Kemudian mengenkripsi data tersebut yang nantinya akan menghasilkan tanda tangan milik Anda.

digital signature / tanda tangan digital

digital signature / tanda tangan digital

Tidak lupa juga dengan penandaan waktu yang ada pada penandatanganan dokumen. Apabila dokumen berubah setelah penandatanganan, maka tanda tangan digital milik Anda menjadi tidak valid.

Oleh sebab itu agar tanda tangan milik Anda terlindungi, PKI mewajibkan untuk membuat dua kunci. Yang nantinya akan dijalankan dan disimpan dengan cara yang aman. Bahkan agar semakin terlindungi, PKI melibatkan CA (Otoritas Sertifikat) yang handal.

Maka jangan heran kalau DocuSign menjadi alat yang paling banyak digunakan. Karena alat tersebut sudah memenuhi syarat PKI untuk digunakan sebagai alat penandatanganan secara digital yang aman.

Keunggulan dan Kelemahan Menggunakan Digital Signature

Penggunaan digital signature pada tiap instansi tidak begitu saja digunakan. Keuntungan dan kelemahan pada alat digital ini juga harus diperhitungkan. Salah satunya yakni fitur keamanan yang ada pada tanda tangan digital harus dipastikan kalau dokumen tidak lagi diubah serta tangan tangan sah digunakan.

Adapun fitur dan metode keamanan yang digunakan dalam tanda tangan digital, diantaranya ialah sebagai berikut.

1. PIN, sandi, dan kode

Digunakan sebagai alat deteksi atau autentikasi serta memverifikasi identitas penerima juga menyetujui tanda tangan Anda. Email, nama pengguna dan kata sandi merupakan hal umum yang sudah banyak digunakan.

2. Time Stamping (cap waktu)

Yakni pemberian tanggal dan waktu tanda tangan pada dokumen yang berguna untuk beberapa dokumen penting. Seperti perdagangan saham, penerbitan tiket lotere sampai dengan proses hukum.

3. Kriptografi asimetris

Yakni penggunaan algoritma kunci publik yang sudah termasuk dengan enkripsi. Atau autentikasi kunci privat juga publik.

Apa Itu Enkripsi?

Encrypt atau enkripsi adalah sebuah proses untuk mengamankan data (informasi) dengan cara membuat data tersebut tidak bisa dibaca tanpa kode/pin khusus.

4. Checksum

Bertindak sebagai sidik jari data, checksum ini diproses melalui beberapa proses. Yang diantaranya yakni rangkaian panjang dari huruf dan angka yang mewakili jumlah digit dalam sebuah data digital secara benar. Juga dipakai sebagai perbandingan pendeteksian kesalahan atau perubahan tanda tangan.

5. Cyclic Redundancy Checking (CRC)

Yakni kode pendeteksi kesalahan, atau fitur verifikasi yang dipakai dalam jaringan digital. Juga sebagai perangkat penyimpanan digunakan untuk mendeteksi perubahan yang terjadi pada data mentah.

6. Validasi otoritas sertifikat atau Certificate Authority (CA)

Otoritas sertifikat ini yang nantinya akan mengeluarkan digital signature. CA juga bertindak sebagai pihak ketiga yang terpercaya dengan menerima, mengautentikasi, menerbitkan, sampai dengan memelihara sertifikat digital. Adapun manfaat lain dari CA / Certificate Authority adalah untuk membantu menghindari pembuatan sertifikat digital palsu yang marak terjadi.

7. Validasi Trust Service Provider (TSP)

TSP merupakan badan hukum atau orang yang melakukan validasi tanda tangan digital Anda. Yang mana terdiri atas nama perusahaan, mereka juga menawarkan laporan validasi tanda tangan.

Meski penggunaan tanda tangan digital dianggap lebih simpel dan praktis, faktanya masih ada kelemahan yang harus diperhatikan juga. Adapun kelemahan dari tanda tangan digital ini yaitu sebagai berikut.

Biaya tambahan secara institusional

Yakni Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk penggunaan tanda tangan digital ini, karena bagaimana juga tanda tangan yang dilakukan secara elektronik tersebut memerlukan pembentukan otoritas- otoritas yang berhak untuk menerbitkan sertifikat. Selain itu juga butuh biaya-biaya lainnya yang nantinya akan digunakan untuk menjaga sampai dengan mengembangkan fitur-fitur yang ada dalam perangkatnya.

Biaya langganan

Anda pastinya juga memerlukan perangkat lunak yakni aplikasi. Jadi Anda juga haru membayar untuk pihak yang berkaitan untuk memperoleh sertifikasi dari otoritas yang berhak mengeluarkan sertifikat.

Menggunakan kecanggihan teknologi berupa alat yang akan dipakai sebagai tanda tangan digital, sebenarnya sangat dibutuhkan. Apalagi mengingat saat ini kecepatan waktu dalam bekerja sudah sangat dituntut sekali. Karena hal tersebut bersinggungan dengan profesionalisme yang harus dijaga kredibilitasnya.

Ingin Website Anda aman dengan data yang terenkripsi? Sudah saatnya Anda migrasi dan menggunakan Niagahoster.

Apa Itu Niagahoster?

Niagahoster adalah sebuah perusahaan teknologi yang bergerak dibidang penyedia server hosting dan domain yang mulai beroperasi pada tahun 2014, hingga saat ini niagahoster masih konsisten memberikan layanan terbaik yakni hosting murah 2021.

Meski demikian, sebelum Anda yakin untuk menggunakan digital signature ini. Sebaiknya perhitungkan lebih lanjut mengenai fungsi dan manfaatnya, berikut dengan kelemahannya. Dengan begitu, Anda bisa lebih cermat dalam mengeluarkan biaya untuk penggunaan alat ini. Semoga ulasannya bermanfaat yah!

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar