Cara Memindahkan Website Berbasis WordPress ke Hosting Yang Baru

Cara Memindahkan Website Berbasis WordPress ke Hosting Yang Baru

Apakah anda memilih sebuah website berbasis wordpress saat ini? Bagaimana jika anda ingin mengganti layanan web hosting? Dalam istilah hosting, perpindahan layanan ini dikenal dengan istilah migrasi. Ada banyak alasan untuk migrasi ke hosting terbaik, misalnya adalah karena hosting yang ada saat ini tidak lagi mampu mengimbangi traffik ke website.

Bisa saja, karena skala bisnis anda meningkat dan kunjungan ke website meningkat pula, maka hosting yang ada tidak lagi mampu mengimbanginya, sehingga loading menjadi lambat, muncul masalah downtime, banyak layanan yang tidak tersedia dari penyedia, serta harga yang tidak lagi sebanding dengan pelayanan yang diberikan. Lalu, bagaimana cara memindahkan website wordpress ke hosting baru?

Memindahkan Website WordPress ke Hosting Baru

Cara Memindahkan Website WordPress ke Hosting Baru

Nah, sebelum memindahkan website berbasis wordpress ke hosting baru, pastikan anda memilih beberapa persyaratan berikut:

  • Akun login dan password ke dashboard admin WP
  • Login dan password ke Control Panel dan database hosting
  • Akun login dan Password ke Control Panel hosting baru
  • Akses ke domain panel

Jika semua persyaratan wajib ini sudah terpenuhi, maka anda bisa memulai proses migrasi hosting. Berikut adalah beberapa opsi yang anda miliki:

Cara 1: Memindahkan File Secara Manual

Untuk memindahkan website berbasis WordPress ke layanan hosting baru, anda harus memiliki akses ke file WordPress dan database. Cara ini sebenarnya cukup sederhana, karena anda hanya perlu mengedit code pada file wp-confif.php. Anda bisa memindahkan file melalui File Manager, phpMyAdmin, atau FTP client. Berikut adalah cara memindahkan file website WordPress secara manual:

  • Unduh file WordPress dari hosting lama dan simpan di komputer atau laptop anda. Pastikan anda mengunduh semua file dari direktori website. Umumnya, WordPress diinstal di folder public_html, maka pastikan anda men-download semua file dari foler ini.
  • Agar file yang anda download utuh, sebaiknya simpan dalam format Zip. Caranya, pilih semua file dengan click Select All. Kemudian, click kanan, dan pilih Compress.
  • Pilih format Zip Archive dan lanjutnya proses ke Compress File.
  • Jika langkahnya benar, anda akan menerima sebuah folder baru dalam format ZIP. Klik kanan pada folder tersebut dan pilih Download.

Setelah proses download file secara manual selesai, maka lanjutkan melakukan eksport database MySQL. Berikut adalah langkahnya:

  • Masuk ke cPanel menggunakan akun login Control Panel
  • Pilih menu phpMyAdmin
  • Pilih database yang akan dieksport. Database tersimpan di file wp-config.php pada direktori public_html.
  • Pilih Export ===> Quick pada Export Method
  • Pada bagian Format, pastikan memilih SQL, dan click Go untuk proses lebih lanjut

Setelah proses download dari layanan hosting lama selesai, maka anda akan masuk ke proses upload atau unggah ke hosting baru. Anda bisa melakukannya melalui File Manager atau FTP Client. Selain itu, anda juga perlu membuat database MySQL pada layanan hosting baru. Proses ini dilakukan melalui cPanel. Setelah login di hosting baru, maka tahapan yang anda lakukan adalah:

  • Import file MySQL (yang sudah anda download sebelumnya) melalui phpMyAdmin;
  • Edit file wp-config.php di layanan hosting baru. Kemudian, ubah 3 nilai berikut: 1) DB_NAME – nama database MySQL, 2) DB_USER – username database MySQL, dan 3) DB_PASSWORD – password user MySQL.

Cara 2: Menjadi Self-Host

Jika anda memiliki blog WordPress, artinya hosting juga berada di WordPress. Artinya lagi, anda tidak memiliki akses ke file maupun database. Namun jangan khawatir. Anda tetap bisa melakukan migrasi blog anda ke hosting baru. Caranya:

  • Pastikan anda meng-install WordPress di akun hosting yang anda miliki;
  • Login ke WordPress.com melalui admin area;
  • Setelah login, anda akan menemukan tombol settings pada dashboard. Klik Export;
  • Pilih Export All dan Download. Anda akan mendapatkan folder dalam bentuk.Zip
  • Simpan folder .Zip tersebut ke komputer atau laptop anda. Anda bisa meng-extract folder tersebut sebelum disimpan ke laptop/komputer.

Pada tahap berikutnya, anda akan meng-import file yang sudah di-download tadi ke layanan hosting baru. Pastikan folder .Zip tadi sudah di-extract. Kemudian, login ke Dashbord Admin WordPress di hosting baru. Lakukan tahapan berikut:

  • Pilih Tools di bagian kiri dashboard, dan klik Import;
  • Pilih WordPress (biasanya terletak di bawah)
  • Setelah plugin WordPress Importer muncul, klik Install Now, dan lanjutkan prosesnya. Proses instalasi selesai.
  • Klik link Activate Plugin & Run Immporter.
  • Kembali ke menu Importer, dan klik WordPress;
  • Klik Choose file, dan pilih fil dengan format .XML. File ini akan terlihat juga folder .Zip sebelumnya sudah anda extract.
  • Klik Upload file and Import.

Ikuti semua petunjuk di halaman baru. Misalnya, saat diminta menentukan author konten, maka pilih existing user dan centang Import Attachments, dan Submit. Jika tahapannya benar, proses ini biasanya tidak membutuhkan waktu lama. Anda dikatakan sukses juga sudah menerima pesan All done. Have fun!

Perlu diingat bahwa cara ini hanya untuk migrasi postingan, page, dan media file, bukan plugin dan template. Artinya, anda harus tetap menginstall dan mengatur plugin dan template secara manual.

Cara 3: Menggunakan Duplicator

Cara memindahkan website berbasis WordPress ke hosting yang baru selanjunya adalah menggunakan sebuah plugin gratis bernama Duplicator. Migrasi ini cukup praktis bagi anda yang baru pertama kali melakukan tuags ini. Cara migrasi menggunakan Duplicator menawarkan sejumlah kelebihan. Di antaranya adalah proses lebih mudah dan cepat. Selain itu, anda tidak perlu melakukan back-up file dan database secara manual.

Kelebihan lainnya adalah tidak perlunya konfigurasi atau pengaturan database pada hosting baru, dan resiko downtime lebih kecil. Artinya, resiko kalau website anda tidak bisa diakses selama proses migrasi dapat diminimalisir dengan sistem ini. Ingin melakukan migrasi menggunakan Duplicator? Berikut adalah beberapa tahapannya:

  • Buat File Package, lalu download. Terlebih dahulu, anda login ke wp-admin website anda. Install plugin gratis Duplicator. Pilih Create Package. Kemudian, download 2 file: Installer dan Archive dalam format Zip.
  • Kemdian, install Package, dengan clik installer.php. Kemudian, buat database di cPanel. Klik Run Deployment dan terakhir Run Update.
  • Tahap berikutnya adalah mengubah Nameserver Domain dari hosting lama ke hosting baru. Pastikan bahwa DNS sudah berubah dengan sempurna. Biasanya, dibutuhkan waktu hingga 24 jam untuk proses perubahan ini.
  • Periksa apakah domain website benar-benar telah mengarah ke hosting baru. Caranya: anda bisa buka Command Prompt di Windows atau Terminal untuk perangkat Mac, dan ketik ping. Di sini, anda bisa melihat apakah IP Hosting sudah mengarah ke hosting baru.

Terakhir, setelah domain mengarah ke hosting baru, coba login ke wp-admin/dashboard website anda. Pengecekan ini sebenarnya berlaku untuk semua tahapan atau memindahkan website WordPress ke hosting baru di atas. Jika sudah berhasil, berarti proses migrasi yang anda lakukan sudah sukses.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free website stats program Cara Memindahkan Website Berbasis WordPress ke Hosting Yang Baru