Cara Membuat Website Sekolah Dengan Moodle dan WordPress

Di era revolusi 4.0, hampir semua aspek kehidupan manusia telah dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Tidak terkecuali di dunia pendidikan. Proses belajar-mengajar di kelas bukan lagi satu-satunya metode belajar bagi siswa. Bahkan, siswa diharapkan belajar di rumah, di bawah bimbingan orang tua. Salah satu media yang dapat digunakan adalah belajar jarak jauh (e-learning) dengan memanfaatkan teknologi. Tidak heran jika saat ini, pihak sekolah juga berinovasi dengan menyediakan media pembelajaran yang dapat diakses anak maupun orang tua kapan saja dan darimana saja, yakni website sekolah.

Jika anda saat ini mengelola sebuah institusi pendidikan, anda pasti setuju bahwa sebuah sekolah yang memiliki visi ke depan harus mengadopsi teknologi. Website sekolah sangat membantu proses belajar jarak jauh. Lalu, bagaimana cara membuat website sekolah jika anda tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menyewa jasa pembuatan website?

Sebenarnya, ada beberapa platform gratis yang bisa anda manfaatkan untuk membangun sistem e-learning di website sekolah. Yang paling populer di antaranya adalah Moodle dan WordPress. Post ini tidak akan membahas tahapannya secara rinci. Namun, anda bisa mempelajari keduanya step-by-step sambil mempraktekkannya.

Cara membuat website sekolah

Cara Membuat Website Sekolah dan E-Learning di Moodle

Moodle adalah salah satu platform yang populer untuk membangun sistem e-learning. Platform ini sederhana, kaya fitur, mudah digunakan, dan telah disesuaikan dengan sistem pendidikan di Indonesia. Aplikasi ini bisa digunakan oleh tenaga pendidik, dosen, pengelola lembaga pendidikan, atau siapa saja yang ingin membangun sistem e-learning berbasis web dalam jangka panjang atau untuk keperluan tertentu saja, seperti ujian online.

Moodle bisa digunakan secara oleh maupun offline (localhost), sesuai kebutuhan anda. Untuk membangun e-learning dengan Moodle, pastikan anda sudah menyediakan kelengkapan, seperti:

  • Server: idealnya adalah komputer atau jaringan online yang menggunakan hosting, smartphone, atau gadget;
  • Jaringan: LAN jika menggunakan localhost atau jaringan internet
  • Aplikasi Xampp sudah terpasang di perangkat;
  • Download Aplikasi / software CMS Moodle;
  • Browser, seperti Firefox, Google Chrome, Internet Explorer, atau Safari

Kelebihan menggunakan Modle

Moodle populer digunakan untuk membangun sistem e-learning karena menawarkan sejumlah kelebihan, antara lain:

  • Keamanan user terjamin, karena anda sebagai administrator bisa mengaturnya dengan baik;
  • Hak akses bisa diatur bertingkat, mulai dari admin, pendidik, siswa, hingga operator;
  • Sistem kerja fleksibel, karena bisa disesuaikan dengan sistem belajar yang berlaku di lembaga pendidikan atau secara nasional;
  • Kaya fitur, seperti model test, kuisioner, blog, materi, pencocok katam dan sebagainya;
  • Fitur Customize, yang memungkinkan anda mengubah tampilan user dan membuat modul absen;
  • Open source dan gratis, sehingga bisa diakses oleh siapapun;
  • Jaringan luas. Karena sudah digunakan secara luas, anda bisa berbagi pengalaman di Forum Moodle Indonesia dan meminta bantuan dari anggota forum lainnya jika terkendala.

Namun, di balik segala kelebihan di atas, anda juga harus mengetahui sejumlah kelemahan Moodle. Di antaranya adalah anda butuh waktu untuk memahami setiap tahapannya, terutama jika anda tidak memiliki dasar programming. Selain itu, sebaiknya anda dibantu seorang admin untuk mengelola Moodle. Anda juga harus memastikan ketersediaan komputer, server, dan hosting yang terawat dan fiturnya memadai.

Jika menggunakan metode online, maka anda harus terlebih dahulu meng-instal Moodle di server web hosting. Jadi, sebelumnya anda sudah memperoleh layanan server web hosting. Pastikan anda mengetahui kelebihan cara kerja offline di localhost serta kelemahannya. Demikian juga dengan cara kerja online di server web hosting. Setelah itu, barulah anda memutuskan untuk menggunakan sistem yang mana. Intinya, kedua sistem ini mengharuskan anda belajar dengan sabar.

Cara Membuat Website Sekolah dan E-Learning di WordPress

Jika sistem Moodle terasa rumit bagi anda, karena tidak memiliki ilmu dasar tentang programming, maka opsi kedua adalah membangun sistem e-learning dengan WordPress. Platform ini memang menyediakan begitu banyak opsi untuk membangun web atau blog bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan coding dan programming. WordPress menyediakan sejumlah plugin yang bisa anda pilih dan anda gunakan tanpa harus belajar coding. Pilihannya antara lain:

  1. Tutor Learning Management System (LMS). Plugin ini tersedia untuk mempermudah anda membangun sistem e-learning di WordPress. Ini adalah salah satu plugin paling terkenal untuk situs edukasi online, baik situs kursus, pelatihan, atau penyediaan materi. LMS hadir dalam dua versi, yakni versi Basic yang gratis untuk pemula dan versi pro yang berbayar.
  2. VooPlayer. Aplikasi premium ini merupakan platform e-learning berbasis video. Jika anda ingin menyajikan media audio-visual bagi siswa untuk belajar di rumah, maka plug-in VooPlayer adalah pilihan yang tepat. Jika video anda tidak begitu besar kapasitasnya, maka anda bisa upload langsung ke website. Namun, jika ukurannya besar, bisa anda upload terlebih dahuu di Youtube dan kemudian di-embed ke website.
  3. Edumax. Jika anda menggunakan Tutor LMS, maka anda bisa memaksimalkannya dengan tema Edumax, karena ada sejumlah fiftur yang bisa anda gunakan untuk mengoptimalkan Tutor LMS.

Jika semua kelengkapan plugin dan tema sudah tersedia, maka anda bisa memulai membangun sistem e-learning di Tutor LMS. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, antara lain:

Membuat Kelas Online

Untuk membuat kelas e-learning berbasis web, berikut adalah beberapa tahapan yang bisa anda coba:

  • Masuk ke Tutor LMS. Pilih Courses → Add New
  • Kemudian, anda akan melihat fitur editor untuk membuat kelas online. Ikuti semua tahapan yang tersedia, seperti membuat judul, deskripsi, gambar, batas maksimal siswa dalam 1 kelas, tingkat kesulitan materi, dan sebagainya.
  • Setelah identitas kelas terbentuk, lanjutkan untuk mengisi materi, menggunakan fitur Course Builder. Tambahkan topik baru dengan klik Add Topic dan ikuti tahapan selanjutnya, hingga melengkapi materi per bab, gambar, dan embed video dari akun Youtube anda.

Membuat Ujian Siswa

Tutor LMS menyediakan modul untuk ujian online, yakni fitur Topic Quiz. Sama halnya dengan tahapan membangun kelas dan kursus, untuk membangun sistem ujian, Tutor LMS sudah menyediakan kelengkapannya. Anda hanya perlu mengikutinya tahapannya dengan baik.

Mengatur Sistem Penjualan

Jika kelas e-learning yang anda bangun diperuntukkan untuk monetisasi, maka gunakanlah plugin WooCommerce atau Edumax di atas. Saat mempublikasikan materi atau kuis, anda bisa memilih apakah materi dan kuis tersebut akan diakses secara gratis oleh pengguna atau menggunakan sistem berbayar. Setelah selesai, maka anda bisa mempromsikan kelas e-learning dan simulasi ujian. Namun, jika layanan yang tersedia di web adalah untuk kepentingan sekolah atau lembaga, maka anda bisa memilih mode gratis.

Mungkin, butuh beberapa saat untuk mengakrabkan diri dengan cara kerja Tutor LMS. Namun, jika anda memiliki pengalaman blogging, maka proses belajar anda akan lebih cepat. Nah, bagaimana dengan cara membuat website sekolah dengan Moodle dan WordPress di atas? Praktis, bukan?

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar