Cara Membuat Sales Funnel Praktis Untuk Pengusaha Pemula

Cara Membuat Sales Funnel Praktis Untuk Pengusaha Pemula

Sales funnel atau pemasaran dengan polal corong kini menjadi strategi yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan target penjualan. Tidak heran jika cara membuat sales funnel menjadi keahlian yang harus dikuasai oleh pengusaha. Apalagi untuk pemula, wajib menguasai teknis ini jika ingin menguasai pasar dan memenangkan persaingan usaha.

Dulu, pemasaran sederhana dilakukan dengan cara menyebar sebanyak mungkin produk di tempat berbeda. Sedikit sekali narasi yang bisa disampaikan untuk menjelaskan keunggulan produk melalui cara ini. Hanya produk dengan kualitas istimewa mampu menjadi terkenal setelah menjadi buah bibir dan membuat orang tertarik melalui pola getok tular.

Seiring perkembangan teknologi dan sistem pemasaran digital, para pebisnis berkolaborasi dengan ahli teknologi menemukan cara yang lebih praktis untuk memperluas jangkauan pasar. Muncullah cara membuat sales funnel yang kemudian diyakini mampu membuat orang-orang yang bukan siapa-siapa sebelumnya menjadi pelanggan tetap.

Konsep Dasar Marketing Funnel

Seperti namanya, sales atau marketing funnel menggambarkan simulasi penjualan, dimulai dari menjaring sebanyak mungkin calon pelanggan dan membuat mereka sadar butuh produk Anda. Setelah menyadari kebutuhan, mereka digiring untuk paham apa kelebihan dan keunggulan produk yang Anda tawarkan, termasuk mungkin risiko yang muncul.

Pada tahap ini, sangat mungkin calon pelanggan membandingkan produk Anda dengan produk lain. Perjalanan menjaring calon pelanggan dan menggiringnya hingga memutuskan untuk memilih dan membeli produk, inilah yang disebut sebagai sales funnel. Secara teori, hanya sekitar 50% dari lead market yang bisa digiring menuju titik keputusan untuk membeli.

Angka 50% tersebut diperoleh David Kirkpatrick dalam penelitian kompleks mengenai penjualan, yang dipublikasikan melalui jurnal marketingsherpa. Oleh karena itu menjadi penting bagi pebisnis untuk bisa menjangkau pasar seluas mungkin, dikenal sebanyak mungkin orang, sehingga memperbesar kemungkinan mereka menjadi pembeli.

Tentu cara membuat sales funnel tidak semudah itu. Tetap dibutuhkan sejumlah riset dan persiapan sebelum benar-benar melangkah. Hal ini penting untuk memetakan potensi dan memasang strategi demi mendapat hasil maksimal.

Persiapan Membuat Marketing Funnel

Selain modal berupa uang dan sejumlah benda yang akan menjadi inventaris, mengawali bisnis harus dimulai dengan kepemilikan jaringan pangsa pasar. Tidak masalah jika jaringan tersebut belum terlalu luas, yang penting ada dan cukup menjadi bahan bakar melanjutkan perjalanan bisnis. Persiapan membuat sales funnel yang harus Anda lakukan adalah:

  • Riset Pasar

Riset adalah kunci untuk mendapat data riil dan relevan demi menyusun rencana untuk masa depan bisnis. Tanpa riset, seorang pebisnis buta data dan tidak akan bisa menyusun rencana pemasaran, juga keuangan. Ketika sudah mengetahui produk yang dihasilkan akan mampu diserap pasar, maka akan lebih mudah baginya menetapkan target dan program kerja.

  • Menetapkan Tujuan dan Target

Tahapan ini mungkin tidak banyak dibahas dalam tutorial cara membuat sales funnel. Akan tetapi penting bagi seorang pengusaha mengetahui kondisi pasar, target konsumen dan di posisi mana usahanya dapat melakukan penetrasi. Jika yang menjadi target pasar adalah kaum millenial, tentu strategi yang dijalankan berbeda dengan target pasar kaum lansia.

Cara Membuat Sales Funnel Untuk Pemula

Setelah persiapan dilakukan, maka data hasil riset dan target yang ingin dicapai menjadi panduan tahap selanjutnya. Tahapan dalam cara membuat sales funnel harus didefinisikan dalam bentuk rencana strategi pemasaran, jadwal dan pengaturan penanggung jawab jika skala bisnis Anda melibatkan beberapa tenaga.

1. Mendefinisikan Tahapan

Dalam mendefinisikan tahapan, seorang pengusaha harus tahu posisi usahanya sedang di level mana. Bisnis di level awal atau pemula harus melibatkan jaringan yang dimiliki untuk menyebarluaskan keberadaan bisnis tersebut. Misalnya dengan membayar sponsor di media sosial, atau mengadakan event berhadiah saat acara pembukaan.

Pada tahap ini penting dilakukan penjadwalan konten. Bagaimana konsep yang diinginkan untuk menarik minat calon pelanggan, pemilihan warna, isi dan media apa saja yang digunakan untuk promosi.

2. Membuat Konten

Konten dibuat sesuai dengan tujuan dan media yang digunakan. Konten promosi di Instagram tentu berbeda format dengan promosi melalui blog atau marketplace. Setiap media memiliki karakter dan fitur berbeda untuk menarik pelanggan.

Untuk itu, cara membuat sales funnel harus sesuai dengan tujuannya, yaitu menjangkau seluas mungkin calon pelanggan. Setelah banyak calon pelanggan tertarik dengan konten yang dibuat, tentu tidak bisa berhenti di sini. Sebagian orang yang tertarik akan berhenti setelah mengetahui bahwa produk yang ditawarkan belum sesuai dengan kebutuhan mereka.

Maka menjadi penting bagi pembuat konten memperhatikan aspek kemungkinan timbulnya interaksi antara pemilik bisnis dengan calon pelanggan. Pebisnis harus mampu menjaga hubungan yang baik dengan calon pelanggan, untuk mengetahui kebutuhan mereka dan memenuhi melalui produknya.

3. Konsisten Mengelola Alat Pemasaran Digital

Pebisnis pemula harus konsisten menggunakan platform pemasaran digital yang sudah dipilih. Misal pemasaran di media sosial, maka pengelolaan akun harus dilakukan sesuai dengan pola algoritmanya. Di media sosial, pengguna baru perlu melakukan pembaruan postingan setiap hari untuk membuat pelanggan mengerti bahwa akun tersebut aktif.

Akan percuma setelah mengetahui cara membuat sales funnel tetapi tidak menjalankan strategi yang sudah dirancang secara konsisten. Dalam dunia bisnis, bahkan di semua bidang pun konsistensi menjadi kunci keberhasilan. Mungkin semua bisnis memiliki modal cukup, tapi yang konsistenlah yang bisa bertahan lama dalam bisnisnya.

Tahapan Sales Funnel

Lalu, bagaimana cara membuat sales funnel yang efektif dan mudah dipraktikkan oleh pemula? Ada 5 tahapan sekaligus prinsip pemasaran yang dipegang kuat oleh para pebisnis global. Tahapan tersebut dikenal dengan singkatan AIDA: Awareness, Interest, Decision, dan Action, berikut penjelasan singkatnya:

Awareness

Membangun kesadaran bahwa publik membutuhkan produk Anda adalah poin penting dalam pemasaran. Konten yang Anda buat dalam postingan media sosial, blog, atau deskripsi produk di marketplace adalah jendela yang mengantar mereka pada kesadaran tersebut. Tugas Anda di tahap ini adalah membuat sebanyak mungkin orang sadar sedang membutuhkan produk itu.

Interest

Setelah sadar akan kebutuhannya, cara membuat sales funnel berikutnya adalah menggiring orang untuk tertarik mencoba produk Anda. Mereka akan menilai: apa baiknya produk ini dibanding dengan produk lain? Keuntungan apa yang ditawarkan dan tidak bisa mereka peroleh dari produk serupa lainnya?

Decision

Konten yang berhasil menggiring calon pelanggan berada di titik ini berarti sukses menarik minat dan berpotensi meningkatkan penjualan. Jumlah calon pelanggan yang sampai di titik ini mungkin lebih sedikit dari mereka yang tertarik pada awalnya, tapi kemungkinan untuk menutup komunikasi dengan transaksi jual beli semakin tinggi.

Action

Bagian akhir konten pemasaran harus ada kontak yang bisa mereka hubungi setelah tertarik dengan penawaran produk Anda. Kontak tersebut akan memudahkan jalinan komunikasi lanjutan atas transaksi yang mungkin segera terjadi.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara membuat sales funnel, dimulai dari membuka kesempatan pelanggan sebanyak mungkin untuk mengenal produk. Jumlah calon pelanggan akan terus mengerucut masuk ke tahap selanjutnya hingga terpilih beberapa pelanggan yang benar-benar menyelesaikan transaksi.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free website stats program Cara Membuat Sales Funnel Praktis Untuk Pengusaha Pemula