Audit Website: Temukan Masalah Kinerja Web dan Cari Solusinya!

Salah satu strategi pemasaran digital yang paling efektif di era teknologi internet saat ini adalah menggunakan Search Engine Optimization (SEO). Dengan SEO yang baik, visibilitas website diharapkan meningkat. Visibilitas pada akhirnya akan meningkatkan lalu-lintas dan konversi. Namun pada kenyataannya, ada website yang memang mengalami kenaikan dalam hal trafik atau tingkat kunjungan web, namun ternyata konversinya tidak bergerak. Apa yang salah? Audit website adalah salah satu cara untuk mengidentifikasi apa sebenarnya yang terjadi pada website anda dan mengapa SEO tidak menghasilkan dampak yang diharapkan.

Audit Website

Mengapa Audit Website Diperlukan?

Pada kenyataannya, masih ada mispersepsi di kalangan pemilik website. Ada yang beranggapan bahwa audit website hanya diperlukan untuk website bisnis skala besar. Benarkah demikian? Sebenarnya, audit terhadap website diperlukan untuk mengidentifikasi masalah dan apa saja yang harus diperbaiki, sehingga tingkat konversi lebih maksimal. Audit terhadap website merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis terhadap website.

Audit ini diperlukan untuk mengetahui tingkat performa website anda serta mengetahui ketangguhannya dalam bersaing dengan website lain dari bisnis yang sejenis. Selain itu, kegunaan dari audit terhadap website adalah:

  • Mengetahui masalah atau kekurangan pada website
  • Mengukur tingkat kinerja website secara menyeluruh, terutama dari aspek trafik dan konversi;
  • Mengetahui tingkat kesehatan situs anda;
  • Mengoptimalkan potensi website dengan mengatasi masalah yang ditemukan;
  • Menjadi landasan penting dalam menyusun strategi pemasaran bisnis secara digital

Artinya, audit membantu anda mengidentifikasi apakah strategi pemasaran dan SEO yang anda gunakan selama ini sudah tepat atau belum. Jika tidak tepat, anda bisa mengetahui di mana masalahnya dan kemudian menyusun rencana perbaikan secara lebih terarah. Audit website umumnya dilakukan terhadap lima aspek, yakni desain, kegunaan dan manfaat, konten dan halaman web, tujuan pemasaran, dan aspek keamanan atau backup. Lalu, bagaimana cara melakukannya?

Audit Website: Tahapan Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Nah, setelah memiliki persepsi yang sama tentang perlunya audit terhadap website, maka pertanyaan berikutnya adalah apa yang harus anda lakukan untuk mengaudit situs anda?

  • Melakukan Identifikasi Benchmark

Identifikasi benchmark atau benchmarking berfungsi untuk mengetahui posisi situasi anda dibanding para pesain. Tahap ini memberikan gambaran tentang keunggulan kompetitif bisnis anda dan cara paling efektif untuk meningkatkan kinerja website. Informasi dari benchmarking membantu anda menilai mengapa website anda berada di posisi sekarang dan mengapa pula website pesaing berada di posisinya.

Informasi yang didapatkan membantu anda merancang rencana strategis dan pemantauan progressnya. Tahap benchmarking umumnya dilakukan terhadap beberapa area, seperti:

  1. Kinerja situs
  2. Kinerja pemasaran
  3. Kinerja finansial
  4. Kinerja website di mesin pencari
  5. Kinerja kegunaan web

Pada implementasinya, berapa aspek yang akan dilakukan benchmarking dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis anda. Tahap ini dapat dilakukan menggunakan website audit tools, seperti Semrush.

  • Mengumpulkan Informasi SEO

Layaknya audit di bidang lainnya, audit website akan menghasilkan skor atau nilai kinerja website. Semakin tinggi nilainya, berarti kinerja website semakin baik. Di tahap pengumpulan informasi SEO, anda akan dibantu untuk mengidentifikasi semua permasalah (issues) yang ada pada web. Biasanya, permasalahan tersebut dikategorikan pada error atau warning. Error mengindikasikan adanya masalah yang harus diperbaiki secepat mungkin. Sementara itu, warning mengidentifikasi potensi masalah, dan masih bisa dihindarkan dengan melakukan perbaikan.

Saat menggunakan website audit tools seperti Semrush, anda bisa memanfaatkan fitur seperti Link View All Issue untuk menemukan informasi atau permasalahan yang mempengaruhi kinerja website. Masalah yang paling lazim antara lain link yang sudah aus, seperti broken internal link, broken external link, image not found (gambar tidak ditemukan), wrong page (halaman salah), dan seterusnya. Jika masing-masing issue tersebut di-klik, maka anda bisa menemukan detil dari permasalahan tersebut.

Misalkan anda menemukan “broken internal link”. Permasalahan ini mudah diatasi tentunya, namun jika tidak dilakukan audit website, anda mungkin tidak akan menyadari adanya masalah semacam ini. Link yang tidak ditemukan bisa anda hilangkan dengan mudah, dan menggantinya dengan link internal yang lain. Demikian juga dengan issues lainnya.

  • Melakukan Analisa

Ada beberapa opsi yang anda miliki untuk melakukan analisa terhadap permasalahan kinerja situs anda. Misalnya, anda bisa membandingkan laporan website anda dengan kondisi website kompetitor. Mengapa kinerja website mereka lebih baik? Anda bisa membandingkan keduanya untuk menemukenali masalah yang sesungguhnya pada website anda.

  • Menyusun Rencana Perbaikan

Ini adalah bagian penting dari audit website. Ya, setelah anda menemukan masalahnya, lalu apa yang harus anda lakukan untuk memperbaikinya? Informasi yang akurat dari audit website akan membantu anda merancang strategi perbaikan secara lebih efektif dan efisien. Perbaikan secara terus-menerus pada akhirnya akan membantu meningkatkan kinerja website, karena masalah-masalah yang ada tidak dibiarkan berlarut-larut.

Aspek Penting dalam Melaksanakan Audit Website

Seperti dibahas di atas, ada 5 (lima) aspek yang perlu dianalisa dalam melakukan audit website. Anda mungkin membutuhkan daftar pertanyaan untuk masing-masing aspeknya. Sebenarnya, anda bisa menyesuaikan daftar pertanyaan dengan kebutuhan. Beberapa contoh daftar pertanyaan pada audit web berikut dapat menjadi referensi bagi anda:

1. Aspek Desain

Aspek ini erat kaitannya dengan desain website anda, baik dari segi navigasi, tampilan, menu, hingga graphics, dan responsivitas web terhadap platform mobile. Cobalah untuk menanyakan pertanyaan berikut untuk mengetahui apakah desain web anda sudah optimal untuk mendukung kinerjanya:

  • Apakah menu navigasi situs mudah digunakan?
  • Apakah skema warna atau graphics web sesuai dengan niche bisnis dan brand image yang ingin anda bangun?
  • Apakah jenis dan ukuran tulisan (font) bisa dibaca di semua perangkat, termasuk ponsel?
  • Apakah gambar yang digunakan memiliki resolusi tinggi?
  • Apakah gambar atau video memberatkan kinerja website?
  • Apakah desain situs anda mobile friendly atau mobile responsive?

2. Aspek Konten

Tidak ada yang meragukan pentingnya konten dalam pemasaran digital. Cobalah untuk memastikan beberapa hal berikut untuk mengetahui kinerja website dari aspek konten dan halamannya:

  • Tujuan masing-masing halaman web
  • Keberadaan landing page
  • Menyediakan informasi pokok, seperti halaman ABOUT US
  • Konten yang berkualitas, informatif, dan mudah dipahami
  • Konsistensi konten secara keseluruhan

3. Aspek Manfaat

Aspek ini dinilai dari bagaimana pengguna (user) akan memanfaatkan informasi dalam website anda. Beberapa hal berikut perlu dipastikan agar website anda memang memiliki kegunaan alias manfaat bagi user:

  • Definisi yang jelas tentang siapa target pengunjung website
  • Cara web melayani user
  • Pesan marketing yang atraktif namun diperlukan pengunjung
  • Ketersediaan formulir untuk user yang ingin berlangganan (subscription)
  • Kolom FAQ untuk menjawab masalah-masalah yang kerap dialami pengguna.

4. Aspek target Pemasaran

Pertanyaan yang perlu anda jawab pada aspek ini berkaitan dengan ketersediaan saluran atau tools yang dapat mengubah pengunjung menjadi pelanggan (subscriber), ketersediaan tools untuk melacak perilaku pengguna saat mengunjungi situs anda, termasuk interaksi apa yang mereka lakukan.

5. Aspek Keamanan

Aspek ini mencakup sistem keamanan (security) dan backup, yang semuanya melindungi website anda dan informasi yang ada di dalamnya dari upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab (hacker). Aspek keamanan mencakup penggunaan password dan username, sistem cadangan, plug-in anti-spam, sistem backup, dan sebagainya.

Nah, dengan audit website secara menyeluruh yang dilakukan secara rutin, anda bisa meningkatkan kinerja situs secara berkesinambungan, bukan?

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar